Wakil Bupati Datangi Paguyuban Sedulur Gombong

Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto SH hadiri Koempoel Bareng Lansia Gaoel "Paguyuban Sedulur Gombong” di Aula Hotel dan Restaurant Grafika Gombong, Sabtu malam 5 Oktober 2019.

Bantuan keuangan Parpol sudah bisa dicairkan

Bantuan Keuangan Partai Politik (banpol) di Kabupaten Kebumen sudah dapat dicairkan. Kendati demikian hingga memasuki Bulan Oktober 2019 baru Partai Golkar yang sudah menerima bantuan tersebut. Padahal, berdasarkan hasil Pileg 2019 terdapat 9 partai di Kebumen yang berhak menerima banpol.

RSUD Dokter Soedirman Upayakan Zona Bersih dari Korupsi

Upaya Kebumen untuk betul-betul lepas dari momok bernama korupsi agaknya berjalan lamban dengan kecepatan yang rendah, Sebab sampai saat ini baru ada satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab yang mencanangkan pembangunan zona integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Satu-satunya OPD tersebut adalah RSUD Dokter Soedirman Kebumen.

914 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi Percepatan PIP

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, membuka acara sosialisasi dan percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2019 di Aula PLUT UMKM Kebumen, Kamis (10/10).

Bupati Pantau Langsung Tes Tertulis Balon Kades

Sebanyak 28 bakal calon kepala desa mengikuti seleksi tambahan berupa tes tertulis di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Senin (14/10)

Selamat datang di Situs Berita Gombong Official .

BERITA GOMBONG OFFICIAL adalah Grup BERITA GOMBONG Reborn sebagai Media Informasi dan jendela melihat Kota Gombong dengan format baru Grup Publik,sehingga bisa di share seluruh isi Grup..

Ad ius munere soluta deterruisset, quot veri id vim, te vel bonorum ornatus persequeris. Maecenas ornare tortor. Donec sed tellus eget sapien fringilla nonummy. Mauris a ante. Suspendisse quam sem, consequat at, commodo vitae, feugiat in, nunc. Morbi imperdiet augue quis tellus.

Senin, 08 Desember 2014

Ujian Adalah Tarbiyah dari Allah S.W.T.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar sahabat-sahabat sekalian. Semoga sahabat semua senantiasa sehat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin. 

Mengapa kita diuji oleh Allah swt, ternyata Allah S.W.T menguji kita itu tandanya Allah sayang pada kita. Ujian hidup ini sebenarnya merupakan tolak ukur keimanan dalam hati kita. Apakah dengan ujian yang Allah berikan, kita bertambah imannya atau malah berkurang imannya.

Mari kita simak beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang sering kali muncul dihati kita.. semoga artikel berikut dapat meringankan beban hidup kita dan semoga kita dapat lebih dekat kepada Allah SWT.




1.   KENAPA AKU DIUJI ? 

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) hanya dengan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia pasti mengetahui orang- orang yang dusta.”  (QS: Al-Ankabut: 2-3)

2.   KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN? 

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS: Al-Baqarah ayat 216)

3.   KENAPA UJIAN SEBERAT INI? 

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS : Al-Baqarah ayat 286)

4.   BAGAIMANA MENGHILANGKAN RASA KEKECEWAAN?

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS: Al-Imran ayat 139)

5.   SUNGGUH, AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI…!!!!! 

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan orang-orang yang kafir." (
QS: Yusuf ayat 87)
6.   BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP?

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah kamu beruntung.” (QS: Ali-Imran ayat 200)

7.   APA JAWABANNYA?

”Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada- Nya.” (QS: Al-Baqarah ayat 45-46)

8.   SIAPA YANG MENOLONG DAN MELINDUNGIKU? 

“Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS: Ali-Imran: 173) 

9.   KEPADA SIAPA AKU BERHARAP? 

"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal,dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (QS: At-Taubah ayat 129) 
Mari kita renungkan pertanyaan serta jawaban diatas, semoga dapat membawa kebaikan kepada sahabat semua. Insya Allah, aamiinn.

source : http://emiencas.blogspot.com/2013/09/ujian-adalah-tarbiah-daripada-allah-swt.html

Rabu, 12 November 2014

Jumat, 07 November 2014

Produk Kemasan Hasil Karya Anak-anak Madu Go


Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Berikut kami sampaikan hasil karya siswa SMK Ma'arif 2 Gombong kelas XI Mata Pelajaran Pra Karya dan KWU (Tema Kemasan).
Sudah barang tentu, desain sebuah kemasan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah produk di pasaran. Bila kemasan produk yang digunakan menarik, maka konsumen pun tak sungkan untuk melirik lalu melihat dan kemungkinan besar akan membelinya. 

Untuk itu sebuah kemasan menunjang  produk untuk laku di pasaran. Kemasan dibuat sesuai dengan karakter umur dari konsumen itu sendiri.

Tugas Pra Karya Siswa hadir dengan tema "Kemasan Produk" dari bahan Lunak (Plastik, Kertas dan Serat Kayu). Dimana  membuatnya harus memenuhi unsur ergonomis seperti nilai kegunaan (utility), nilai kenyamanan (comfortable), nilai keluwesan (flexibility), nilai keamanan (safety), dan nilai keindahan (estetic).

Berikut hasil Kemasan karya Siswa SMK Ma'arif 2 Gombong, setelah dipresentasikan di depan kelas.

KOPER dari bahan kertas (daur ulang bungkus produk rokok)
KOPER dari bahan kertas (daur ulang bungkus produk )
Tempat Tissu dari Bahan Serat Kayu

Cepuk Pensil dan ATK dari Bahan Plastik (Daur Ulang bungkus produk)

Tempat Pensil dari bahan Kayu
Tempat Pensil dari bahan Kayu

Tempat Pensil dari bahan Kertas
Tas mungil dari bahan kertas

Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk permen)

Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk minyak goreng)
Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk minyak goreng)
Wadah mukena dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk bumbu masak)
Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk sabun cuci)
Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk)
Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk kopi)
Amplop besar dari bahan kertas (koran bekas)
Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk permen)
Tempat Tabungan (Celengan) dari bahan kombinasi plastik dan kerta
Tempat ATK (posisi depan)
Tempat pensil (poisi samping)
Tempat pensil dari bahan plastik daur ulang bungkus produk

Tas dari bahan kertas

Tempat buku dari bahan kertas

Tas Mungil dari bahan kombinasi kertas dan plastik

Tempat pensil dari bahan kayu (menggunakan hiasan)

tempat tissue dari bahan kayu (menggunakan hiasan)

tempat pensil dari bahan kayu (menggunakan hiasan)

tempat pensil dari bahan kayu dan kertas

Tempat pensil dari bahan kayu

Cepuk (wadah pensil) dari bahan lunak kertas

Tas mungil dari bahan plastik (daur ulang bungkus produk)

Kamis, 06 November 2014

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha merubahnya sendiri

Jika kita perhatikan, tidak sedikit orang sekarang yang mengatakan, mengapa Allah tidak memberikan petunjuk kepada semua manusia, padahal Allah mampu melakukannya.

Jika Allah memang memang maha kaya, kenapa tidak semua orang dijadikan kaya sehingga tidak ada kemiskinan, kebodohan dan berbagai persoalan lainnya di muka bumi ini. Dan masih banyak pertanyaan serupa yang intinya meragukan kekuasaan dan keadilan Allah.

 
Maka, pertanyaan ini sebenarnya sudah dijawab oleh banyak ulama. Salah satunya adalah Syaikh bin Baz ketika beliau pernah ditanya, bagaimana tafsir ayat Allah yang berbunyi, Yaitu Surat Arraad Ayat 79 Sebagai berikut
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri?

Maka syaikh menjawab, ayat ini adalah ayat yang jelas, yang menunjukkan keadilan Allah dimana Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum kecuali dengan syarat.

Syaratnya adalah bahwa mereka harus meniti jalan kebaikan untuk perubahan kearah yang lebih baik, dan jika yang mereka lalui jalan kejelekan, maka perubahan pun kearah yang semakin jelek.
Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah mendholimi hamba-Nya,
وَمَا رَبُّكَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ
Tidaklah Allah berlaku dholim kepada hamba-Nya
Allah akan membalas apapun yang dilakukan oleh manusia. Jika berbuat kebaikan ia akan mendapatkan kebaikan, jika berbuat kejelekan maka ia akan mendapatkan kejelekan pula.

Manusia saja yang terlalu sering lupa memaknai hidup ini. Mereka merasa diri paling berkuasa dan mampu melakukan segala sesuatu dengan kemampuan yang dimilikinya.

Mereka berdalih bahwa ketika menciptakan manusia, Tuhan telah memberikan kemampuan yang sama agar mereka mampu menemukan kebenaran. Tetapi hal ini kemudian dimaknai dengan berlepas dirinya mereka dari dalil-dalil Al-quran dan sunnah menuju dalil yang sekedar mengandalkan logika.

Bahkan tidak sedikit pula diantara manusia termakan dengan pemikiran para filsafat yang percaya bahwa eksistensi hanya bisa dirasakan dengan penglihatan dan rabaan. Karena Tuhan tidak bisa di lihat dan diraba maka hakikatnya Tuhan tidak ada sebagai refleksi dari perasaan takut saja. Na’udzubillah, kita berlindung kepada Allah dari pemikiran semacam ini.

Itulah manusia yang cenderung bersifat durhaka kepada Tuhannya. Meskipun punya potensi kebaikan dan keburukan, tetapi kebanyakan di antara mereka mengikuti jalan yang sesat dan menyesatkan orang lain.

Mereka adalah orang-orang yang terlalu bersuka cita ketika mendapatkan nikmat dan bersedih ketika nikmat tersebut diambil oleh Allah. Mereka lupa bahwa hakikat kehidupan ini sudah ditentukan semuanya oleh Allah.

Sungguh mereka adalah orang-orang yang lalai, tidak bersyukur dan berlebihan. Merekalah orang-orang yang akan mendapatkan siksa Allah sebagaimana firman-Nya,
وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Dan janganlah kamu mengira bahwa Allah lalai dengan apa yang mereka orang-orang dholim lakukan, sesungguhnya diakhirkan kepada mereka pada suatu hari ketika mereka tidak bisa melihat.

Sebaliknya mereka yang mendapat musibah, melakukan suatu kemaksiatan, kemudian mereka bertaubat kepada Allah dengan penuh harap (taubatnya diterima) dan dia istikomah di atas ketaatan, maka Allah akan merubah keadaan mereka dari berbagai penderitaan dan kemiskinan kepada kenikmatan dan keindahan hidup karena perbuatan baik mereka dan taubatnya kepada Allah.

Dari dari hal ini jelas,
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Hal itu karena Allah tidak akan mengubah nikmat yang diberikannya kepada suatu kaum sampai mereka mengubah dengan dirinya sendiri.

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa jika kita berada dalam keadaan melakukan kebaikan, jauh dari kemaksiatan, bahkan berusaha untuk senantiasa berusaha untuk istiqomah dalam ketaatan, maka kita akan mendapatkan kebaikan yang tidak ada sesuatu yang lebih baik darinya yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berubah menjadi lebih baik dalam menjalani setiap detik kehidupan kita dengan semakin memperbanyak amalan sholeh dan terjauhkan dari semua yang dilarang Allah.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wassholatu wassalamu ‘ala nabiyina Muhammad, wa’ala alihi wa’ashobihi ajma’in.

source : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=321918154550051&id=151272251614643

Jumat, 26 September 2014

Hasil karya Anak Bangsa

Hasil Karya Kerajinan Siswa Madu Go Mapel Pra Karya
Setelah dipresentasikan...
semoga mereka dapat melanjutkan karyanya sehingga menjadi Wirausaha yang handal dan beriman.
Aamiin.












Berikut gallery presentasi di kelas dan hasil karya mereka :





























Semoga bermanfaat. Aamiin