Selasa, 19 Januari 2016

SMK Ma’arif 2 Gombong mengadakan operasi peningkatan kedisiplinan dan kerapihan siswa

Gombong (10/10/2014) Dalam rangka menciptakan kedisiplinan dan kerapihan dalam kegiatan Belajar Mengajar maka perlu diterapkan tata tertib sekolah.

Salah satu keberhasilan penunjang pendidikan siswa di sekolah adalah penegakkan kedisiplinan di sekolah tersebut.

Walaupun sudah sering disosialisasikan tetapi tanpa operasi dan tindakan nyata biasanya hanya sebatas ketertiban di atas kertas tata tertib.

Untuk itu dalam momen Ulangan Tengah Semester Ganjil kali ini, panitia UTS selain mensosialisasikan kepada siswa untuk meningkatkan kedisiplinan dan kerapian juga mengadakan operasi ke kelas-kelas di waktu-waktu tertentu agar ketertiban bisa ditegagkan serta konsentrasi Ujian siswa disekolah benar-benar terkondisikan dengan tertib.

Seksi Pengawasan UTS Ganjil, Siti Istiqomah, S.Pd. didampingi Sekretaris UTS, Dyah Purba Setyorini, S.Pd. dengan sidak mendadak masuk ke dalam kelas untuk melakukan operasi kerapihan siswa yang tidak mentaati peraturan sekolah, Kamis, 10/10/2014 kemarin.

“Beberapa kedisiplinan yang kami ceck adalah kerapihan siswa diantaranya rambut yang panjang dan tidak rapi langsung kami potong, pakaian yang tidak sesuai ketentuan dan Aribut sekolah yang tidak lengkap  harus segera dilengkapi”, tegas Isti.

SMK Ma’arif 2 Gombong dengan moto yang digalakkan 7 K diantaranya “Ketakwaaan, Kedisiplinan, Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan dan Kerindangan”, maka lewat panitia UTS Ganjil, moto ini dilaksanakan secara bergantian dari kelas ke kelas.

Untuk mendukung kegiatan operasi kelas seperti rambut yang panjang maka pihak sekolah sudah menyediakan alat cukur sekaligus petugasnya untuk mencukur rambut siswa yang masih panjang dan kurang rapi.

Selain itu, operasi HP berkamera juga sering diadakan di kelas – kelas untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan siswa. HP berkamera setelah dikumpulkan kemudian disita dan dicek memory didalamnya, sebab kadang-kadang berisi gambar-gambar yang tidak sesuai dengan dunia pendidikan.

Apabila ada HP yang berisi gambar-gambar porno maka pihak sekolah melalui Bimbingan Konselling (BK) memanggil orang tua untuk diberitahu serta pembinaan anaknya di rumah.

Demikian sekilas tentang operasi ketertiban siswa di sekolah semoga memberi manfaat kepada semua pihak khususnya di lembaga pendidikan, orang tua maupun siswa itu sendiri. (SaifudinMDG)
_______________________________________________________
Terima kasih telah berkunjung di Website Personal kami. Mohon berikan komentar Anda untuk meningkatkan kualitas berita kami.

Layanan Liputan : 081327736138 | Email: saifudinmadugo@yahoo.com
SAIFUDIN-23-1-1024x294

0 komentar:

Posting Komentar