Wakil Bupati Datangi Paguyuban Sedulur Gombong

Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto SH hadiri Koempoel Bareng Lansia Gaoel "Paguyuban Sedulur Gombong” di Aula Hotel dan Restaurant Grafika Gombong, Sabtu malam 5 Oktober 2019.

Bantuan keuangan Parpol sudah bisa dicairkan

Bantuan Keuangan Partai Politik (banpol) di Kabupaten Kebumen sudah dapat dicairkan. Kendati demikian hingga memasuki Bulan Oktober 2019 baru Partai Golkar yang sudah menerima bantuan tersebut. Padahal, berdasarkan hasil Pileg 2019 terdapat 9 partai di Kebumen yang berhak menerima banpol.

RSUD Dokter Soedirman Upayakan Zona Bersih dari Korupsi

Upaya Kebumen untuk betul-betul lepas dari momok bernama korupsi agaknya berjalan lamban dengan kecepatan yang rendah, Sebab sampai saat ini baru ada satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab yang mencanangkan pembangunan zona integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Satu-satunya OPD tersebut adalah RSUD Dokter Soedirman Kebumen.

914 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi Percepatan PIP

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, membuka acara sosialisasi dan percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2019 di Aula PLUT UMKM Kebumen, Kamis (10/10).

Bupati Pantau Langsung Tes Tertulis Balon Kades

Sebanyak 28 bakal calon kepala desa mengikuti seleksi tambahan berupa tes tertulis di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Senin (14/10)

Selamat datang di Situs Berita Gombong Official .

BERITA GOMBONG OFFICIAL adalah Grup BERITA GOMBONG Reborn sebagai Media Informasi dan jendela melihat Kota Gombong dengan format baru Grup Publik,sehingga bisa di share seluruh isi Grup..

Ad ius munere soluta deterruisset, quot veri id vim, te vel bonorum ornatus persequeris. Maecenas ornare tortor. Donec sed tellus eget sapien fringilla nonummy. Mauris a ante. Suspendisse quam sem, consequat at, commodo vitae, feugiat in, nunc. Morbi imperdiet augue quis tellus.

Selasa, 26 November 2019

PEMKAB KEBUMEN PERMUDAH LAYANAN PUBLIK


KEBUMEN - Bupati Kebumen, KH.Yazid Mahfuz mengatakan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan publik, Pemkab kebumen tengah mendirikan Mall Pelayanan Publik (MPP), pelayanan publik yang disatukan dalam satu gedung lintas OPD akan mempermudah perizinan atau pembuatan dokumen yang diperlukan masyarakat.
KH.Yazid Mahfudz menjelaskan Mall Pelayanan Publik ini ada 150 layanan yang berbeda, mulai dari dokumen kependudukan hingga perizinan usaha. Mall Pelayanan Publik diyakini akan menggenjot investasi di Kebumen.
Pada tahun 2019 ini ada dua inovasi pemkab Kebumen yang masuk dalam top 99 kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kemen PAN RI, yaitu Sakina Peling (stop angka kematian ibu dan anak melalui pedagang sayur keliling).
“Sebuah inovasi memberdayakan para pedagang sayur keliling yang selalu berkomunikasi aktif dengan ibu ibu dalam penurunan angka kematian ibu dan anak,” Jelas Yazid,pada Jumat (22/11).
Inovasi yang kedua, kata Yazid, adalah Tamplek (Taman Proklim Lebah Klanceng), inovasi dalam pelestarian lingkungan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Pemkab juga terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan evaluasi rutin, baik dari internal maupun peniaian dari pihak eksternal.
“Perangkat daerah yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terus didorong untuk melakukan peningkatan pelayanan melalui penilaian internal maupun penilaian eksternal seperti dari Ombudsman Republik Indonesia,” Terang Yazid.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kebumen, Slamet Mustolkhah mengatakan, di Mall Pelayanan Publik bakal ada 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi, baik kabupaten, provinsi maupun kelembagaan.
Hal ini akan mempermudah masyarakat yang hendak mengurus dokumen kependudukan atau izin usaha. Pengusaha pun bakal dimanjakan dengan beragam kemudahan di pusat layanan publik ini.(*)

KASUS HIV AIDS CUKUP SIGNIFIKAN 1.308 HINGGA OKTOBER


KEBUMEN - Jumlah kasus HIV AIDS di Kabupaten Kebumen cukup signifikan. Hingga Oktober 2019 telah ditemukan sekitar 1.308 kasus di seluruh wilayah Kebumen. Namun demikian, yang tidak kalah penting bahwa masih terdapat ratusan kasus yang belum teridentifikasi.


Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto SH meminta setiap OPD, kecamatan maupun UPT untuk serius menjalankan program penanggulangan HIV AIDS. Salah satunya yaitu memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang HIV AIDS dan mendukung program penanggulangannya sebagai upaya mencegah penularan karena ketidaktahuan. "Lindungi masyarakat yang masih sehat karena pencegahan lebih penting dan efekti. Tentunya tanpa meninggalkan kuratif dan edukasi masyarakat agar tidak melabelkan stigma terhadap ODHA," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr. Y. Rini Kristiani M. Kes mengungkapkan, estimasi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kebumen mencapai 1.771 kasus. Akan tetapi, hingga kini baru 73,8 persen kasus yang sudah tertangani oleh petugas di Kebumen atau sekitar 1.308 kasus. "Sejauh ini baru teridentifikasi 495 kasus HIV, 799 AIDS dengan 432 diantaranya meninggal dunia," katanya saat memberikan paparan Rapat Kerja Penanggulangan HIV AIDS, Selasa (19/11/2019). Rini menjelaskan, belum teridentifikasi seluruhnya estimasi kasus ODHA di Kebumen perlu menjadi kewaspadaan masyarakat.Dimana untuk kasus tersebut belum diberikan obat antivirus yang dapat meningkatkan kerentanan penularan. Sehingga dapat mempercepat over kasus HIV / AIDS di Kebumen. "Paling banyak kasus HIV AIDS ditemukan pada ibu rumah tangga,' tuturnya.

Perilaku hidup tidak sehat, lanjut Rini menjadi faktor dominan dalam penularan HIV AIDS di Kebumen. Untuk itu, Rini berharap masyarakat dapat menerapkan hidup sehat pada diri sendiri dan keluarga. Rini juga berharap, penanganan kasus HIV AIDS juga dapat dipikil bersama bukan saja Dinas Kesehatan.(*)

Sabtu, 19 Oktober 2019

164 Cakades Deklarasikan Pilkades Tanpa Wuwuran


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Sebanyak 164 calon kepala desa dari 54 desa di 21 kecamatan mendeklarasikan diri akan mengikuti Pilkades Damai Bersih Tanpa Wuwuran. Deklarasi bersama itu digelar di Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Jumat (18/10) sore.

Pernyataan itu disampaikan oleh para calon kades di hadapan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, dan jajaran Forkopimda. Mereka secara bersama-sama membuat komitmen agar Pilkades serentak gelombang III dapat berjalan dengan baik, damai, bersih dan tanpa wuwuran.

Pada kesempatan itu, Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, mengingatkan seluruh Calon Kades dan pendukungnya untuk tidak melakukan praktik politik uang atau wuwuran.

"Saya sangat berterima kasih kepada para calon kades yang sudah berani mencalonkan diri. Bahkan hari ini hadir bersama untuk membuat komitmen. Komitmen agar Pilkades tahun 2019 dapat berjalan dengan baik, damai, bersih dan tanpa (ora) wuwuran," kata Yazid Mahfudz.

Menurutnya, Pemkab Kebumen menggencarkan kampanye Pilkades Bersih Tanpa Wuwuran sejak 2017 lalu melalui berbagai forum dan media. "Kita semua ber keinginan kuat agar Pilkades bisa terlaksana dengan lancar, dalam suasana damai. Pilkades berlangsung bersih, ora wuwuran," tegasnya.

Ia berharap, Panitia Pilkades di tingkat desa, dan kabupaten melakukan antisipasi terhadap potensi gangguan. Baik saat menjelang Pilkades, pemungutan dan perhitungan suara serta pasca Pilkades.

"Mari kita taati bersama kesepakatan yang hari ini kita tanda-tangani bersama. Untuk meningkatkaan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

Hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Kebumen H Sarimun, Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang, Wakapolres Kebumen Kompol Prayuda Widiatmoko, Kepala Dispermades P3A Kebumen Frans Haidar.

Kepala Dispermades P3A Kebumen Frans Haidar, menjelaskan Pilkdes serentak gelombang III dilaksanakan pada 5 November 2019. Pilkades ini diselenggarakandi 52 desa yang tersebar di 21 kecamatan.

Adapun total calon kepala desa yang sudah ditetapkan berjumlah 164 orang. Terdiri 150 calon berjenis kelamin laki-laki dan 14 perempuan.(*)

Kasus gantung diri terjadi lagi di Kebumen

ADIMULYO (beritagombongofficial) - Seorang kakek berinisial SN (80) warga Desa Candiwulan, Kecamatan Adimulyo ditemukan tak bernyawa tergantung pada seutas tali di kamar mandi yang ada di belakang rumahnya, Jumat (18/10/2019).
Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, peristiwa yang sempat menggegerkan warga setempat itu pertama kali diketahui oleh istri korban, Bariyah (75) sekira pukul 04.30 WIB. Saat pertama ditemukan, SN diketahui oleh istrinya dalam posisi tergantung di dalam kamar mandi dengan posisi leher terlilit tali.
Sebelum ditemukan meninggal, SN diketahui berpamitan kepada Bariyah hendak ke kamar mandi. Namun karena lama tak kembali, Bariyah kemudian menyusulnya ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Bariyah kaget bukan alang kepalang nelihat suaminya sudah dalam kondisi tak bernyawa. "Setelah melihat kondisi suaminya itu, Bariyah lantas memberitahukan apa yang dia lihat kepada anaknya, dan diteruskan ke Polsek Adimulyo," jelas AKBP Rudy.
Mendapati adanya laporan tersebut, lanjut Kapolres, jajaran Polsek Adimulyo bersama tim medis dari Puskesmas Adimulyo dan tim Inafis Polres Kebumen pun segera mendatangi lokasi kejadian.
Saat tim medis dan Inafis melakukan pemeriksaan terhadap jenazah SN, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayan. Setelah proses pemeriksaan dan olah TKP selesai dilakukan, pihak kepolisian kemudian menyerahkan jenazah SN krpada pihak keluarga yang diwakili oleh Kepala Desa Candiwula, Kuwato agar segera dimakamkan sebagai mana mestinya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak kepolisian dari Kepala Desa Candiwulan, Kuwato, korban sebelumnya memang sudah lama mengidap penyakit sesak nafas dan wasir yang tak kunjung sembuh. (*)

Jumat, 18 Oktober 2019

Bupati Ingatkan ASN Tanggal 21 Gunakan Busana Adat


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Bupati Kebumen,KH Yazid Mahfud mengingatkan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kebumen agar menggunakan busana adat khas Kebumen pada tanggal 21 mendatang pada saat berdinas.

Peluncuran busana adat khas Kabupaten Kebumen secara resmi dilakukan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfud tepat pada peringatan hari jadi Kebumen ke-390, Rabu (21/8/2019). Sebelum busana itu ditetapkan sebagai pakaian adat, berbagai pembahasan pun telah dilakukan oleh pihak terkait hingga akhirnya muncul kesepakatan bersama untuk menetapkan busana adat tersebut.

"Penggunaan pakaian adat yang merupakan ciri khas kebudayaan masyarakat Kabupaten Kebumen ini kemudian diatur dalam Peraturan Bupati Kebumen Nomor 35 Tahun 2017 tentang Pakaian Adat Khas Kebumen," kata Yazid.

Karakteristik busana adat Kebumen, kata Yazid, banyak dipengaruhi oleh budaya Mataram Yogyakarta tapi dengan ciri khusus lain yang disematkan. Busana adat khas Kebumen mengusung konsep kembali ke alam dengan potensi pertanian agraris dilambangkan dengan motif sekar jagad, Ki Bumi atau Kebumen dilambangkan dengan warna beskap cokelat tanah kehijauan atau ijo tembelek lancung, kelapa, kopra dan gula dilambangkan dengan stagen warna hitam bagi wanita dan sabuk kopel bagi pria.

"Secara keseluruhan busana adat mencerminkan egaliter atau tidak membedakan strata dan status sosial, serta makarya yaitu baju yang fleksibel, dinamis dan santun," lanjutnya.

Secara detail, busana untuk pria terdiri atas surjan lengan panjang dengan kerah berdiri bermotif lurik kecil cokelat tanah kehijauan. Untuk celana panjang, terlihat komprang dan berwarna hitam dengan lancingan bebed panjen kain batik kebumen motif jagatan latar putih. Sedangkan penutup kepala berbentuk segitiga dengan warna dasar merah kecoklatan dibingkai batik motif modang.

Pada penutup kepala atau meretan juga melekat gambar lawet berwarna hitam yang merupakan ikon Kebumen di setiap ujungnya dengan gambar lebih besar pada ujung segitiga dan cucuk atau paruh lawet menghadap ke depan. Alas kaki yang digunakan pun berupa sandal bandol (ban bodol) warna hitam yang merupakan sandal khas dari Kebumen.

Adapun busana adat untuk wanita berupa kebaya kartini lengan panjang warna cokelat kehijauan yang dipadukan dengan bawahan kain batik Kebumen motif jagatan latar putih dengan wiron Mataraman. Untuk alas kaki yang dikenakan berupa sandal selop terbuka warna hitam. Tata rambut sendiri berbentuk sanggul dan bagi yang berhijab mengenakan kerudung warna krem.

"Secara umum memang pakaian adat Jawa ya hampir sama seperti Solo dan Yogya, namun Kebumen punya ciri khas lain. Pakaian adat ini nantinya akan dipakai setiap ada acara tertentu seperti hari jadi serta tanggal 21 setiap bulannya. Adanya busana adat ini juga ikut menghidupkan kembali kerajinan lurik di Kebumen yang hampir punah," tutupnya.(*)

2019 Kebumen Diprediksi Daerah termiskin se Jateng


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Kemiskinan sepertinya masih terus menjadi momok bagi Kabupaten Kebumen. Saat ini, Kebumen masih menduduki peringkat termiskin nomor dua se Jawa Tengah. Sejumlah upaya pun terus dilakukan Pemkab Kebumen untuk mengurangi angka penduduk miskin.

Di tengah upaya keras itu, "kabar" tak enak datang dari dokumen RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 yang menyebut tepatnya memprediksi Kebumen bakal menjadi Kabupaten termiskin se Jawa Tengah di tahun 2019.

Anggota DPRD Kebumen Miftahul Ulum, dimintai tanggapanya soal itu, berharap prediksi itu terjadi. Namun demikian, diakuinya Kebumen menghadapi sejumlah persoalan terkait penanggulangan kemiskinan.

Salah satunya, soal anggaran. Dimana rencana maupun realisasi belanja pendapatan dan pengeluaran seringkali meleset dari target. Ia lantas mencontohkan di tahun anggaran 2020 seharusnya telah mencapai Rp 3,5 triliun. Namun pada kenyataan pendapatan hanya pada kisaran Rp 2,8 triliun.

Ketika anggaran meleset dari target, maka pengeluarannya pun harus diprioritaskan pada hal-hal primer. “Misalnya begini, saat satu kuda tidak kuat menarik tujuh grobak maka dua hal yang dapat dilakukan yakni menambah kuda atau mengurangi beban gerobak,” tuturnya, Selasa (15/10).

Dalam analogi tersebut, menambah kuda sama artinya dengan menambah dana. Padahal hingga kini Kebumen masih sangat bergantung terhadap uluran dana dari pusat. Untuk itu yang paling penting dilakukan yakni mengalokasikan pengeluaran dana dengan tepat.

Terkait dengan kemiskinan dan adanya proyeksi menjadi termiskin, Miftahul Ulum berpendapat sebaiknya APBD Kebumen difokuskan pada program-program penanggulangan kemiskinan. Dalam hal ini sangat diperlukan upgrade data. Sehingga dapat diketahui dengan pasti berapa dan siapa yang miskin tersebut.

"Misalnya ada lingkaran seperti ini, kenapa miskin karena tidak punya penghasilan. Ini karena tidak bekerja. Kenapa menganggur karena tidak sekolah. Kenapa tidak sekolah karena biayanya mahal dan tidak punya uang. Kenapa tidak mampu membayar karena miskin. Jika sudah demikian diperlukan pemotongan mata rantai kemiskinan. Nah disitulah peran serta pemerintah," ungkapnya.

Pada bagian lain, Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menyampaikan soal proyeksi Kebumen termiskin hendaknya disikapi dengan tepat.

Dalam hal ini, perlu ada upaya-upaya keras dalam percepatan penanggulangan kemiskinan agar kinerja penurunan kemiskinan kita menjadi semakin baik. Dalam penanggulangan kemiskinan Wabup Arif memiliki empat strategi meliputi mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin. Selain itu mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Wabup H Arif menyampaikan penurunan angka kemiskinan didukung oleh anggaran yang digelontorkan untuk program-program penanggulangan kemiskinan. Ini Baik yang bersumber dari APBD Kabupaten, Provinsi maupun APBN serta dari sektor Swasta.(*)

PLN UP3 Cilacap sirami kekeringan warga Kebumen


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, melepas bantuan air bersih dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap. Pelepasan dilakukan pada rangkaian kegiatan Multi Stakholder Forum 2019 PT PLN UP3 Cilacap di halaman Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Selasa (15/10) pagi.

Air bersih yang disalurkan untuk warga Kebumen yang mengalami kekeringan sebanyak 93 tangki atau 465 ribu liter senilai Rp 20,6 juta lebih. Sedangkan, total bantuan air bersih sebanyak 1,550 juta liter, yang didistribusikan di wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas dan Kebumen.

Hadir pada acara tersebut Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Manager PT PLN UP3 Cilacap Ahmad Mustaqir, Asisten Sekda Kebumen Hery Setyanto, serta sejumlah pejabat lainnya.

Manager PT PLN UP3 Cilacap Ahmad Mustaqir, mengatakan selain memberikan suplai pasokan listrik, PLN juga rutin menyelenggarakan kegiatan sosial melalui program CSR,"Ini merupakan dari rangkaian Hari Listrik Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober," kata Ahmad Mustaqir.

Selain bantuan air bersih, PLN juga menyerahkan bantuan lain. Diantaranya, bantuan satu unit bedah rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp 20 juta. Kemudian, bantuan 100 paket sembako gratis untuk warga kurang mampu di wilayah Gombong dan Kebumen. Pada kesempatan itu juga diserahkan hadiah juara 2 kampung terang kepada Kepala Desa Muktisari Kecamatan Kebumen berupa uang tunai Rp 5 juta.

Dalam sambutannya, Bupati Yazid Mahfudz, menyampaikan apresiasinya atas kepedualian PLN dalam memberikan CSR di Kabupaten Kebumen."Semoga dengan pemberian bantuan air bersih, sembako dan rehab rumah ini dapat membantu pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kebumen," ujar Yazid Mahfudz.

Bupati menambahkan, perencanaan Kabupaten Kebumen pada tahun-tahun mendatang adalah mengoptimalkan Geopark Karangsambung Karangbolong dengan beragam potensiny. Keberadaan kawasan industri yang berada sejalur dengan posisi Bandara Internasional Yogyakarta harus menjadi perhatian bersama. Utamanya bagi PLN.(*)

Tim Volly Indoor Putra Juara Kejurprov Junior Jateng



PURWOREJO (beritagombongofficial) - Tim bola voli indoor putra Kebumen tampil meyakinkan dalam Kejurprov Junior Jawa Tengah yang digelar di GOR Satria Purwokerto, 13-17 Oktober 2019. Setelah melalui sejumlah pertandingan, tim yang dimanageri oleh Bripka Erwin Yulianto ini berhasil menjadi juara 1.

Pada babak final, tim voli Kebumen menang telak atas lawannya yakni tim Kabupaten Grobogan dengan skor 3-0. Skor ini membuat, tim Kota Lawet menjadi kampium pada ajang bergengsi kejuaraan voli U-19 tingkat Jawa Tengah tersebut. Tak sekadar berhasil membawa pulang piala, piagam menghargaan dan uang pembinaan Rp 3 juta, tim ini membawa pulang nama harum Kebumen.

Manager Tim Bripka Erwin Yulianto mengaku gembira atas prestasi yang dirotehkan oleh timnnya. Pihaknya menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya atas dukungan semua pihak sehingga bisa menorehkan prestasi yang membanggakan Kebumen.

“Kami berharap prestasi ini bisa dipertahankan untuk tahun-tahun ke depan dan bisa memotivasi seluruh atlet bola voli Kebumen untuk lebih berprestasi.katanya

Erwin Yulianto yang merupakan itu mengaku timnya siap all out guna mempersembahkan yang terbaik untuk Kebumen. Saat ini bola voli sedang sangat berkembang pesat di Kebumen. Pertandingan yang digelar di beberapa daerah banyak memunculkan pemain muda berbakat.

“Tim yang akan kami berangkatkan semua masih pelajar. Meski demikian kemampuannya tidak diragukan lagi. Semoga nanti kami bisa pulang membawa hadiah,” tandas Erwin Yulianto yang juga sebagai Moderator Grup BERITA GOMBONG dan Grup BERITA KEBUMEN TERKINI.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengkab PBVSI Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menargetkan tim Kebumen akan menjadi juara dalam kejuaraan tersebut. Pihaknya sudah melakukan pembinaan baik pemusatan latihan maupun ujicoba guna mempersiapkan tim berlaga di Kejurprov Junior Jateng ini. Bahkan pihaknya siap memberikan bonus jika bisa menjadi juara pada Kejurprov Jateng. (*)

Tukang Parkir Liar Dirazia



KEBUMEN (beritagombongofficial) - Petugas gabungan melakukan penertiban terhadap sejumlah juru parkir tepi jalan di Kabupaten Kebumen. Penertiban dilakukan bersama antara Dishub Kebumen, Satpol PP, Polsek Kebumen dan perwakilan pihak ketiga pengelola parkir tepi jalan umum, Rabu (16/10/2019).

Adapun razia (penertiban) dilakukan kepada beberapa juru parkir di Jalan Pemuda, Jalan Pahlawan dan Jalan Kolonel Sugiyono. Dari hasil penertiban, diketahui juru parkir belum menerapkan aturan sebagaimana mestinya. Seperti belum memiliki surat tugas, id card maupun tertib dalam penyetoran.

Pengawas Parkir pada Bidang Lalu Lintas Dishub Kebumen Eko Warianto mengatakan penertiban ini dilakukan dengan meneliti kepemilikan surat tugas, id card, karcis, nilai penarikan retribusi maupun kepatuhan setoran. Dirinya mengakui, beberapa juru parkir tepi jalan umum masih ditemukan belum mematuhi aturan. "Untuk juru parkir ini sementara dilakukan pembinaan, tetapi jika ke depan tidak ada perbaikan maka dapat ditindak," katanya disela-sela kegiatan.

Terpisah, Manajer Koperasi Serba Usaha Jalan Persaudaraan Akif Fatwal Amin mengapresiasi adanya operasi gabungan tersebut. Selain untuk meningkatkan ketertiban dalam perparkiran juga meningkatkan kedisiplinan para juru parkir baik secara administrasi maupun pelaksanaan di lapangan.

"Operasi semacam ini sangat diperlukan untuk kedisiplinan para juru parkir, karena parkir adalah salah satu wajah kota. Bila parkir tertib, pelayanannya baik, maka para pengunjung baik dalam kota maupun dari luar Kebumen akan nyaman ketika masuk dan singgah di Kota Kebumen,” katanya.

Namun Akif juga berharap pemerintah Kebumen memperhatikan para pejuang PAD dan pejuang Lalu Lintas Kebumen yaitu para juru parkir. Merekalah yang mengumpulkan seribu dua ribu untuk disetorkan ke Kas Daerah untuk membiayai pembangunan di Kebumen.

"Setidaknya mereka diberi pelatihan yg memadai agar bisa lebih baik dalam menjalankan tugas sebagai juru parkir, itu yang mungkin belum pernah dilakukan oleh Pemda Kebumen,” ungkapnya

Terkait dengan hasil operasi gabungan, berkaitan dengan pelanggan-pelanggaran yang ditemukan di lapangan, Akif menyerahkan semunya kepada aparat penegak hukum. "Itu sudah menjadi kewenangan mereka,” ucapnya. (*)

Polres Kebumen Raih Juara Satu Sidik Jari se Indonesia



JAKARTA (beritagombongofficial) - Inafis Polres Kebumen mendapat reward dari Kabareskrim Irjen Pol Idham Azis, karena terbanyak menginput data digitalisasi AK-23 perekaman sidik jari dalam persyaratan permohonan SKCK.

Reward dan piagam penghargaan diberikan di jakarta kepada perwakilan Inafis Polres Kebumen Brigadir Rizky Musyafa saat mengikuti kegiatan “Rakernis”, pada hari Selasa (8/10).

Polres Kebumen menduduki peringkat pertama dengan total input data sebanyak 12.710 pemohon, sejak tahun 2018.

Selanjutnya peringkat kedua diperoleh oleh Polres Karawang Polda Jawa Barat dan disusul Polresta Barelang Polda Kepulauan Riau pada peringkat tiga.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi, input data digitalisasi AK-23 adalah input data sidik jari yang terintegrasi dengan Disdukcapil sesuai data e-KTP.

“Merekam sidik jari merupakan salah satu syarat dalam pembuatan SKCK. Jika kita perhatikan, pada SKCK yang diterbitkan oleh Polres Kebumen terdapat rumus sidikjari,” jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi, Kamis (17/10).

Dalam setiap permohonan pembuatan SKCK, Polres Kebumen akan merekam sidik jari para pemohon, selanjutnya diarsipkan sesuai data kependudukan yang bersangkutan.

Hal ini sangat penting bagi kepolisan. Dalam beberapa kasus, sidik jari banyak membantu Kepolisian dalam melakukan ungkap kasus.

Pada beberapa kasus, sidik jari sangat ampuh dalam melakukan identifikasi seseorang. Sidik jari yang dimiliki seseorang disebut juga sebagai penanda identitas diri permanen, mengingat masing-masing orang memiliki pola unik yang berbeda.

Bahkan ketika meninggal pun, sidik jari akan tetap ada karena kode polanya tertanam begitu dalam di bawah permukaan kulit.

Cara ini yang digunakan Polres Kebumen saat mengungkap kasus penemuan mayat tanpa identitas di berbagai wilayah. (*)

Mall dan Bioskop Bakal Hadir di Kebumen



KEBUMEN (beritagombongofficial) - Pusat perbelanjaan modern,Mall berikut fasilitas hiburan seperti gedung bioskop akan segera hadir di kota Kebumen,pembangunan tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2017, Trio Mall dan Hotel yang berlokasi di Jl HM Sarbini atau persis di sebelah Kantor Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen, akhirnya mulai dibangun.

Saat ini sudah memasuki tahap perataan tanah untuk pembangunan pondasi. Nantinya, Trio Mall yang mengusung konsep pusat perbelanjaan sekaligus hotel, bakal dibuat empat lantai. Lantai dasar bawah tanah untuk area parkir, sementara Lantai 2 dan 3 akan menjadi Mall. Sementara, lantai paling atas adalah Hotel yang bakal dilengkapi bioskop.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu Kebumen Slamet Mustolkhah ST MT, mengatakan, pembangunan Trio Mall tidak ada masalah. Pihak investor telah melengkapi persyaratan untuk pembangunan Trio Mall. Mulai AMDAL, lalulintas dan lainnya sudah diajukan sejak jauh hari. "Untuk izin sudah langkap, perizinan itu sudah lama," katanya.

Bahkan, menurut Slamet Mustolkhah, pihak investor awalnya sudah merencanakan melakukan launching tanggal 20 Oktober 2019 ini. Namun, rencana tersebut kemudian ditunda karena investor sedang berada di luar negeri.

Mengenai waktu pembangunan Mall kapan akan selesai dibangun, Slamet Mustolkhah mengaku tidak tahu pasti. Namun, lanjutnya, proses penggarapan bangunan berlantai empat dengan segala fasilitasnya paling cepat selama satu tahun. "Harapan kita dengan adanya Trio Mall ini perkonomian kebumen bisa tumbuh dan penyerapan tenaga kerja, banyak tenaga lokal yang dipakai juga prodak UMKM kebumen bisa ikut dipasarkan. Sehingga hadirnya Trio Mall ini membantu mengurangi pengangguran," harapnya. (*)

Selasa, 15 Oktober 2019

Bupati Pantau Langsung Tes Tertulis Balon Kades



KEBUMEN (beritagombongofficial) - Sebanyak 28 bakal calon kepala desa mengikuti seleksi tambahan berupa tes tertulis di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Senin (14/10). Mereka berasal dari lima desa yang memiliki bakal calon kepala desa lebih dari lima orang.

Yaitu Desa Lajer Kecamatan Ambal, Patemon Kecamatan Gombong, Pejagoan Kecamatan Pejagoan, Ori Kecamatan Kuwarasan dan Wonorejo Kecamatan Karanganyar.

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, memantau langsung tes tertulis tersebut. Turut mendampingi Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kepala Dispermades P3A Frans Haidar, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0709/Kebumen Mayor Chb Dapotma Pandiangan, dan Kepala Kesbangpol Nurtaqwa Setyabudi.

Bupati menegaskan, seleksi tertulis dilakukan secara terbuka dan tidak ada peserta titipan untuk diloloskan. "Kami tegaskan seleksi ini tidak ada intervensi dari pihak manapun. Bagi yang lolos itu murni dari hasil kerja keras para bakal calon kades," tegas Yazid Mahfidz, disela-sela memantau tes tertulis.

Ia meminta kepada bakal calon kepala desa agar bersama-sama menjaga kondusifitas di desanya masing-masing. Meski nantinya akan ada beda pilihan pada Pilkades mendatang, Bupati berharap tetap dapat menjaga kerukanan dan tali silaturahmi.

"Beda pilihan itu hal yang biasa. Persaudaraan, kerukukan dan tali silaturahmu antar warga harus terus dijaga," imbuhnya.

Bupati berharap melalui Pilkades serentak tahap III akan terpilih kepala desa yang mampu membangun desanya. Apalagi anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) rata-rata Rp 1 miliar setiap desa butuh kepala desa mumpuni.

"Ini butuh pengelolaan yang benar dan benar-benaar untuk masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Kepala Dispermades P3A Kebumen Frans Haidar, mengatakan setelah hasil ujian tertulis akan diumumkan oleh Panitia Pilkades di masing-masing desa pada Selasa (15/10). Setelah itu langsung dilanjutkan dengan penetapan calon kepala desa dan pengundian nomor urut.

"Peringkat pertama sampai dengan lima itu yang ditetapkan sebagai calon kepala desa," ujar Frans Haidar.(*)

Pemkab Kebut Bangun Embung Pengendali Banjir


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Sebuah embung yang berfungsi utama sebagai pengendali banjir berlokasi di Desa Sidomukti Kecamatan Kuwarasan Kebumen, proses pembangunannya sedang dirampungkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen.
"Sampai hari ini proses pembangunannya sudah mencapai 23 %. Direncanakan selesai keseluruhannya pada 9 Desember 2019 mendatang," ungkap Kasi Air Baku Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Fajar Rahmanto ST di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2019).

Embung senilai Rp 805 juta tersebut merupakan embung di dataran rendah pertama yang dibangun di Kebumen. Fungsi utamanya adalah sebagai pengendali banjir, mengingat letak geografis Sidomukti yang berada di kawasan daratan berbentuk cekung dan selama ini langganan dilanda banjir di musim penghujan.

"Juga, kerap terkena dampak arus balik air laut atau rob yang berasal dari muara Sungai Jatinegara. Karena itu, warga meminta agar dibuatkan sebuah telaga yang bisa menampung volume air hujan yang berlebihan dan mengendalikan air rob tersebut," ujar Fajar.

Dengan fungsinya sebagai pengendali banjir, maka agar fungsi tersebut efektif bangunan embung dialokasikan di salah satu bagian saluran drainase yang berdekatan dengan alur sungai. Di bagian drainase itu kemudian diperlebar dari 1 meter menjadi 25 meter, sedangkan panjang drainase yang digunakan sebagai panjang embung mencapai 120 meter, serta kedalaman embung sekitar 4 meter sampai 5 meter.

"Pada bagian dasarnya tak diberi pelapis kedap air, agar saat debit air sedang tinggi maka airnya sebagian bisa meresap ke dalam tanah. Selain itu, dibuat pula dua pintu air sebagai pengendali volume air hujan maupun air rob,"
papar Fajar.

Kapasitas Embung Sidomukti tersebut menurut Fajar nantinya akan bisa mengurangi volume banjir yang sering terjadi di Sidomukti. Diperkirakan, volume banjir bisa berkurang hingga 50 % dari banjir yang kerap terjadi di desa tersebut. (*)

Senin, 14 Oktober 2019

Tekan Perdaran Miras, Sita 17 Botol dan 7 plastik Ciu


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen menyita belasan botol minuman keras (Miras). Ini dilaksanakan saat Kegiatan Operasi Penegakan Perda, Jumat (11/10/2019) malam. Kegiatan dilaksanakan sekitar pukul 18.00 hingga 20.30 WIB.

Operasi dilakukan dengan mengarahkan beberapa petugas Satpol PP Kebumen. Ini menyisir dua Wilayah Kecamatan yakni Klirong dan Karangsambung. Penjual minuman keras bertentangan dengan Perda Kebumen Nomor 3 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Kebumen Nomor 2 Tahun 2000 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Keras.

Kabid Gakda Satpol PP Kebumen Eko Purwanto SSTP MSi menyampaikan menyampaikan kepada semua masyarakat agar tidak melakukan perdagangan miras. Selain meresahkan masyarakat, adanya peredaran minuman keras juga dapat berpengaruh menimbulkan kejahatan.

“Keberadaan peredaran minuman keras, telah membuat masyarakat resah. Selain itu hal tersebut juga bertentangan dengan Perda. Satpol PP akan terus melaksanakan operasi,” tuturnya.

Dari hasil operasi tersebut, didapati 17 botol minuman keras dan 7 plastik. Ini dengan perincian di Wilayah Kecamatan Karangsambung yakni milik pria berinisial WS (39) terdapat tiga botol Anggur Kolesom. Masih di kecamatan yang sama Satpol PP juga berhasil mengamankan tiga botol Anggur Kolesom milik pria berinisial R (42).

Selain itu di wilayah Kecamatan Klirong Satpol PP berhasil mengamankan anggur dan ciu. Ini milik pria berinisial (BR). Adapun perinciannya meliputi satu botol Anggur Putih, dua botol Anggur Merah, tiga botol Anggur 500, dua botol Vodka, dua botol Bir Bintang dan satu botol Anker Stout. Selain itu juga terdapat tujuh plastik Ciu.

Sedangkan saat melakukan razia di rumah salah satu warga Kecamatan Klirong berinisial AUK (37) tidak didapati minuman keras. Setelah melakukan razia belasan botol minuman keras yang berhasil disita diamakan di Markas Satpol PP Kebumen.

Eko Purwanto menyampaikan para pemilik minuman keras tersebut diberikan Surat Tanda Penerimaan, Berita Acara Penyitaan, Berita Acara Penggeledahan. Selain itu mereka juga dipanggil oleh Penyidik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan akan dilaksanakan pada hari ini Senin, 14 Oktober 2019. “Pemeriksaan dilaksanakan Hari Senin. Dengan memanggil para pemilik minuman keras tersebut,” imbuhnya (*)

Dari 13, Hanya 5 Balon Kades Patemon Ikuti Tes Tambahan


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Sebanyak enam bakal calon kepala desa tidak hadir pada seleksi tambahan berupa tes tertulis di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Senin, 14 Oktober 2019. Seharusnya ada 34 orang mengikuti seleksi tambahan tersebut, tetapi yang hadir 28 orang. Sehingga secara otomatis enam orang tersebut dinyatakan gugur.

Kepala Dispermades P3A Kebumen, Frans Haidar, mengatakan peserta yang tidak hadir berasal dari Desa Lajer Kecamatan Ambal. Seharusnya enam orang, namun tiga orang tidak hadir. Kemudian, dari Desa Patemon Kecamatan Gombong, seharusnya 8 orang namun yang hadir 5 orang.

"Awalnya di Desa Patemon ada 13 orang mengambil formulir pendaftaran. Tapi yang mengembalikan 8 orang," terang Frans Haidar.

Ada lima desa menyelenggarakan seleksi tambahan karena memiliki bakal calon kepala desa lebih dari lima orang. Yaitu, Desa Patemon Kecamatan Gombong 5 orang (seharusnya 8 orang), Lajer Kecamatan Ambal 3 orang (seharusnya 6 orang), Ori Kecamatan Kuwarasan 7 orang, Wonorejo Kecamatan Karanganyar 6 orang dan Desa/Kecamatan Pejagoan 7 orang.

Terkait materi seleksi tertulis, lanjutnya, ini terdiri dari berbagai materi. Ini meliputi Pancasila dan Undang-undang Dasar. Selain itu yakni terkait pemerintahan daerah dan desa. Adapula materi Bahasa Indonesia serta pengetahuan umum. Hasil seleksi sendiri akan diumumkan pada hari ini Selasa (15 /10). "Hari besok (hari ini) sekaligus pengundian nomor urut calon," imbuhnya.(*)

Turnamen sepak bola hari santri dibuka Kapolres


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional, para santri dari perwakilan Ponpes Di Kebumen mengikuti lomba sepakbola di Stadion Candradimuka Kebumen, Senin (14/10).pertandingan yang digelar oleh Forkopimda itu berlangsung meriah.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat membuka acara turnamen sepakbola mengatakan sudah saatnya para santri bersatu memajukan negeri melalui kegiatan positif.

Menurutnya pertandingan turnamen sepakbola yang dimotori oleh Ponpes Al Hasani sangat bagus sekali karena bisa menjadi ajang silaturahmi para santri serta meningkatkan kemampuan sepakbola dan memiliki mental semangat juang.

“Kami ucapkan selamat hari Santri. Semoga hari santri ini dapat menjadi simbol perjuangan santri yang tulus, menjaga stabilitas keamanan negara khususnya di Kebumen,” jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Pada pertandingan perdananya, AKBP Rudy berkesempatan melakukan tendangan kick off sebagai simbol dimulainya pertandingan turnamen sepakbola santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Gus Fachrudin Achmad Nawawi yang juga hadir dalam pembukaan turnamen, berharap dari pertandingan itu akan memunculkan atlet sepakbola yang dapat mewakili Kabupaten Kebumen.(*)

Sinergi Polsek dan Koramil Gombong jadi Tim Work

GOMBONG (beritagombongofficial) - Kekompakan Polsek Gombong bersama Anggota Koramil dan warga masyarakat Wonokriyo Gombong terlihat saat mengikuti Kerja Bhakti membangun Mushola.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Gombong AKP Triwarso mengatakan, kerja bhakti ini merupakan bentuk sinergitas antara TNI Polri dan masyarakat Gombong.
“Ini merupakan kekompakan yang dilakukan TNI dan Polri dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat,” ujar AKP Triwarso.
Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan di Gang Mangga RT. 06 RW. 06 Kelurahan Wonokriyo Kecamatan Gombong untuk membangun Mushola.
Mushola yang sedang dibangun mempunyai ukuran 6X8 m yang dibangun diatas tanah wakaf salah satu warga Kelurahan Wonokriyo dengan sumber dana berasal dari sumbangan warga sekitar dan donatur di wilayah Kecamatan Gombong.
Selama kegiatan kerja bakti masih berlangsung dilaporkan dalam aman dan tertib.(*)

Obyek Wisata Bukit Hud Benahi Sarana Ibadah

KARANG BOLONG (beritagombongofficial) – Pengelola Obyek Wisata Bukit Hud, Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah memutuskan untuk tak menambah wahana wisata pada semeseter kedua 2019 ini. Pengelola lebih fokus membenahi sarana ibadah.
Di luar itu, pengelola juga membenahi fasilitas penunjang lainnya, seperti infrastruktur jalan, lampu penerangan dan lahan parkir. Langkah itu dilakukan agar tempat wisata ini lebih inklusif, atau ramah wisatawan. Terlebih, kini Bukit Hud beroperasi 24 jam. “Tahun ini kami memang tidak menambah wahana baru. Kami membangun Musala dan meningkatkan fasilitas penunjang,” kata pengelola Bukit Hud, Anasir.
Dia mengatakan, fasilitas penunjang merupakan bagian penting dari layanan sebuah tempat wisata. Hal itu termasuk sarana peribadatan agar mempermudah wisatawan yang hendak melakukan ibadah. Tentu saja, pembangunan fasilitas ibadah itu juga ditopang dengan fasilitas lainnya, seperti tempat berwudlu.
Diketahui, Bukit Hud menjadi salah satu destinasi wisata yang semakin diperhitungkan di pantai selatan, terutama di Kebumen. Bukit Hud menyajikan landscape yang unik dan barangkali menjadi satu di antara sedikit objek wisata yang menggabungkan dua pemandangan yang kontras. “Andalan kami adalah lanscape perbukitan di sisi utara dan lautan lepas di sisi selatan. Jadi pemandangan yang kontras,” ucapnya.
Dari bukit ini, wisatawan dapat melihat luasnya Samudera Hindia tanpa penghalang. Angin yang bertiup dari tengah samudera menyegarkan tubuh. Apalagi, jika dinikmati dengan kelapa muda sembari menikmati birunya samudera dan ombak-ombak yang berkerjaran.
Beberapa waktu ini, Bukit Hud menjadi destinasi yang ramai didatangi pelancong. Mereka tertantang berfoto di ketinggian gardu pandang di tebing karang yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Anasir mengatakan puncak kunjungan secara rutin terjadi tiap akhir pekan. Pada hari-hari biasa, angka kunjungan berkisar 100 orang. Adapun pada akhir pekan, kunjungan bisa meningkat tiga hingga lima kali lipat. Pun pada libur panjang. “Dibandingkan dengan hari-hari biasa memang ada kenaikan yang drastis pengunjung kalau saat libur,” katanya, beberapa waktu lalu.
Selain akhir pekan, kata dia, kunjungan juga akan naik jika libur panjang. Pengunjung Bukit Hud, kebanyakan memang remaja dan pelajar. Meski semakin populer, harga tiket masuk ke Bukit Hud sangat murah, yakni Rp 5.000 per orang ditambah Rp 2.000 untuk ongkos parkir kendaraan. Di area Bukit Hud, pengunjung bisa memilih fasilitas yang hendak dinikmati.
Di Bukit Hud, pengunjung juga menemukan satu wahana yang disebut sebagai Gerbang Cinta. Beda dengan spot kupu-kupu yang mengkominasikan perbukitan dengan lautan, Gerbang Cinta berlatar alam pedesaan.
“Kami ingin menyajikan latar swafoto atau selfie maupun welfie berlatar pegunungan dan pedesaan. Latar selfie itu tentu beda dengan beberapa tempat selfie lain di Bukit Hud yang berlatar lautan lepas,” jelasnya.
Anasir menerangkan, Bukit Hud juga memiliki camping ground atau perkemahan yang biasa dimanfaatkan turis untuk berakhir pekan. Pengunjung bisa membawa tenda sendiri mapun menyewa dari pengelola. “Objek wisata ini buka 24 jam, karena biasanya ada yang camp juga di bukit ini,” Anasir menerangkan.
Di malam hari, turis bisa menyalakan api unggun dan membakar ikan laut, atau hanya sekadar menikmati jagung bakar di sejumlah gardu pandang yang ada di Bukit Hud, sembari menikmati pemandangan malam laut. (*)

Sabtu, 12 Oktober 2019

Dapat Aduan Masyarakat, Komisi D DPRD Sidak Proyek



KEBUMEN (beritagombongofficial) - Dipimpin langsung Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kebumen Bambang Sutrisno, wakil rakyat sebagai fungsi kontrol dan pengawasan yang membidangi hal pembangunan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pemeliharaan jalan di ruas jalan Purwodesa-Petanahan.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, Bambang Sutrisno mengatakan, sidak yang dilakukan merupakan tindak lanjut atas aduan yang diterima dari masyarakat berupa adanya retakan di jalan yang belum lama difungsikan. Tampak didampingi anggota dewan di Komisi D yakni Saman Halim Nurrohman, Wahid Mulyadi, Dwi Alhadi dan satu anggota lain, dirinya bersama rombongan langsung melakukan sidak menuju lokasi. “Jadi kedatangan kita ini memang berawal adanya aduan masyarakat, siang ini kita langsung bergerak,” katanya, Jumat (11/10).
Menurut dia, ketika usia bangunan terbilang masih baru sedangkan terdapat kerusakan patut dipertanyakan spesifikasi bahan bangunan tersebut. Dia meminta kepada pelaksana pekerjaan agar memenuhi aturan yang ada baik pada saat proses perencanaan maupun pelaksanaan. “Komisi D minta, semua pemborong tidak hanya proyek ini saja, harus taat aturan sehingga garapan sesuai dengan tujuan. Begitu juga eksekutif dapat bersikap tegas dalam menjalankan tugasnya,” ujar Sutrisno.
Tender Pemeliharaan Jalan Purwodeso-Petanahan sendiri dimenangkan oleh PT Karya Adi Kencana (KAK) dan CV. Piramida Kreasi Mandiri selaku konsultan perencana. Proyek tersebut menggunakan sumber dana berasal dari dana alokasi khusus APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp 15,36 miliar dengan jangka waktu pengerjaan 145 hari kalender terhitung mulai 24 Juli- 15 Desember 2019.
Diwaktu bersamaan, Komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi sedang berada dilokasi pengerjaan jalan. Menanggapi aduan itu Khayub menerangkan, berkaitan dengan retaknya jalan beton menurutnya karena kondisi tanah dilokasi termasuk tanah labil. “Tanah disini memang labil ya, setiap sambungan antara pengecoran hari ini dengan hari besok pasti ada retakan apabila bawahnya tidak mampu menahan,” kata dia.
Selain itu, kata Khayub, retaknya beton tersebut akibat penggunaan obat percepatan pengeringan maupun pengerasan agar jalan segera dapat dilalui kendaraan. Mengingat, jalan tersebut sebagai akses kendaraan besar menuju jalan lintas selatan. Kendati demikian, Khayub justru mengkhawatirkan ketika pasca proses pengerjaan jalan mengalami pengelupasan pada permukaan.
“Kita menggunakan obat percepatan, karena kita tidak menggunakan obat percepatan itu proyek ini tidak akan selesai. Malah yang dikhawatirkan apabila beton sudah selesai kulitnya mengelupas. Kalau hanya retak itu rongga percepatan pengeringan dan tidak akan mengurangi kekuatan,” imbuhnya (*)

1453 Siswa SD diajak biasakan sikat gigi


PETANAHAN (beritagombongofficial) - Sebanyak 1.453 siswa SD di 7 sekolah dasar di Kecamatan Patanahan dipantau kesehatan giginya. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) ke-10,ke 7 sekolah tersebut yakni SDN Karangduwur 1 dan 4, SDN Karangreja 1 dan 3, SDN Munggu, SDN Petanahan 1 dan SDIT Karanganyar.

Kick off Gerakan HKGN ke-10 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Kabupaten Kebumen dilakukan oleh Bupati KH Yazid Mahfudz, di Lapangan Penegar Desa Karangduwur, Kecamatan Petanahan, Sabtu,(12/10/19).

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Kebumen drg Erawati Kusuma Dewi, mengatakan dari 1.453 siswa yang dipantau kesehatan giginya 574 diantaranya dilakukan pemeriksaan. Mereka dipBupantau secara intensif selama 21 hari, "Pemeriksaan dilakukan dua kali. Yang pertama pada 12 Oktober. Kemudian, yang kedua pada 21 November," terang Erawati, disela-sela acara.

Erawati menjelaskan, pada hari pertama dilakukan pemeriksaan awal status kesehatan gigi hingga sikat gigi bersama. Sedangkan, pada hari ke-21 dilakukan pengumpulan tabel pemantauan sikat gigi pagi dan malam selama 21 hari.

Ia menambahkan, kegiatan itu digelar untuk mencegah kerusakan gigi sejak dini. Apalagi, data hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan 88,8 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Bahkan, permasalahan ini juga dialami oleh 92,6 persen anak Indonesia berumur 5 tahun, "Ini sangat memprihatinkan karena kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen di masa mendatang," ujarnya.

Drg Erawati, menyampaikan dalam sehari semalam sikat gigi paling wajib dilakukan sebelum tidur pada malam hari, "Kalau mau tidur harus bersih, tidak boleh ada sisa makanan. Agar giginya tidak cepet rusak, agar tidak sakit gigi," kata dia.

Selain itu, sikat gigi wajib berikutnya adalah pada pagi hari setelah sarapan. Tak hanya soal waktu sikat gigi, yang harus diperhatikan juga yakni soal ukuran sikat gigi. Ukuran sikat gigi yang baik itu sebaiknya disesuaikan dengan rongga mulut. (*)