Wakil Bupati Datangi Paguyuban Sedulur Gombong

Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto SH hadiri Koempoel Bareng Lansia Gaoel "Paguyuban Sedulur Gombong” di Aula Hotel dan Restaurant Grafika Gombong, Sabtu malam 5 Oktober 2019.

Bantuan keuangan Parpol sudah bisa dicairkan

Bantuan Keuangan Partai Politik (banpol) di Kabupaten Kebumen sudah dapat dicairkan. Kendati demikian hingga memasuki Bulan Oktober 2019 baru Partai Golkar yang sudah menerima bantuan tersebut. Padahal, berdasarkan hasil Pileg 2019 terdapat 9 partai di Kebumen yang berhak menerima banpol.

RSUD Dokter Soedirman Upayakan Zona Bersih dari Korupsi

Upaya Kebumen untuk betul-betul lepas dari momok bernama korupsi agaknya berjalan lamban dengan kecepatan yang rendah, Sebab sampai saat ini baru ada satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab yang mencanangkan pembangunan zona integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Satu-satunya OPD tersebut adalah RSUD Dokter Soedirman Kebumen.

914 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi Percepatan PIP

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, membuka acara sosialisasi dan percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2019 di Aula PLUT UMKM Kebumen, Kamis (10/10).

Bupati Pantau Langsung Tes Tertulis Balon Kades

Sebanyak 28 bakal calon kepala desa mengikuti seleksi tambahan berupa tes tertulis di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Senin (14/10)

Selamat datang di Situs Berita Gombong Official .

BERITA GOMBONG OFFICIAL adalah Grup BERITA GOMBONG Reborn sebagai Media Informasi dan jendela melihat Kota Gombong dengan format baru Grup Publik,sehingga bisa di share seluruh isi Grup..

Ad ius munere soluta deterruisset, quot veri id vim, te vel bonorum ornatus persequeris. Maecenas ornare tortor. Donec sed tellus eget sapien fringilla nonummy. Mauris a ante. Suspendisse quam sem, consequat at, commodo vitae, feugiat in, nunc. Morbi imperdiet augue quis tellus.

Kamis, 29 Agustus 2019

Puncak Ulang Tahun MPS Sempor, diramaikan barongsai


SEMPOR (beritagombongofficial) - Perusahaan pabrik rokok PT. Mitra Prasmitha Selaras (MPS) Sempor mengadakan Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 yang diselenggarakan bersamaan dengan hari ulang tahun ke-12 PT. MPS Sempor pada Minggu (25/8) siang. Acara tersebut dipusatkan di halaman pabrik jalan tentara pelajar Jatinegara Sempor.
Perayaan kali ini sangat meriah, pasalnya diikuti oleh ratusan Karyawan. Acara demi acara digelar mulai dari karnaval kemerdekaan perlombaan tumpeng hingga pementasan barongsai serta penyerahan reward marketing SCR bahkan turut mengisi acara hadir pula Cingire youtubers band Kebumen.
Menurut Istie (34) salah seorang karyawati pemenang peserta lomba tumpeng, dirinya dan tim memberi apresiasi acara tersebut kepada perusahaan dan berharap agar tiap tahunnya lebih meriah lagi, "Alhamdulilah tim kami jadi juara 1 lomba tumpeng,semoga tahun depan lebih meriah lagi" Jelasnya sambil menunjuk hadiah lomba.
Kemeriahan acara tersebut juga terlihat saat Cingire band tampil di panggung, para karyawan ikut asyik bernyanyi dengan para personil band asal Kebumen itu, bahkan ketika digelar pertunjukan barongsai Gombong para karyawan sangat menikmati alunan tarian barongsai sambil bertepuk tangan, juga tidak hanya itu saja, pada saat karnaval berlangsung para karyawan menampilkan dandanan unik dengan atribut merah putih sebagai perlambang kemerdekaan Indonesia.
Manager operasional PT.MPS Sempor Shinta Ningrum, menjelaskan, acara ini diadakan oleh perusahaannya sebagai wujud atas peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 dan sekaligus perayaan ulang tahun perusahaan yang ke-12, "Kami mengadakan acara ini memang untuk para Karyawan sebagai rasa syukur atas kemerdekaan bangsa dan perayaan ulang tahun perusahaan sehingga sampai saat ini, Kami beserta seluruh karyawan melalui perusahaan ini,dapat berkarya untuk Bangsa" katanya saat ditengah acara berlangsung. (rjl)

Rabu, 28 Agustus 2019

Pemkab Kebumen jalin sinergitas dengan para pegiat Medsos

KEBUMEN (beritagombongofficial) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen berterima kasih kepada para pegiat media sosial (medsos) yang telah membantu mempromosikan Kebumen. Demikian disampaikan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz kepada pegiat medsos di rumah dinasnya, Selasa malam, 27 Agustus 2019.
Seperti diketahui, pada puncak peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2019 lalu, Pemkab Kebumen memberikan penghargaan kepada pegiat medsos kategori perorangan dan group. Menindaklanjuti penghargaan tersebut, Gus Yazid mengajak admin group-group facebook penerima penghargaan, yakni Berita Kebumen (BK), Suara Rakyat Kebumen (SRK) dan Berita Kebumen Terkini (BKT) serta admin akun Jagad Kebumen Explore (penerima penghargaan perorangan), untuk berbincang santai di rumah dinasnya.
Selain memberikan apresiasinya, Gus Yazid juga menyampaikan harapannya agar pegiat medsos bisa membantu Pemkab Kebumen dalam mensosialisasikan program dan kebijakannya. "Pegiat medsos juga bisa membantu memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memahami masalah," lanjut Gus Yazid.
Dicontohkan Gus Yazid, dalam masalah jalan ada yang berstatus jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten dan jalan desa. Perbedaan status jalan akan berbeda kewenangan pengelolaannya. "Kalau yang rusak jalan kabupaten, tanggung jawab Pemkab Kebumen untuk memperbaikinya. Silahkan melapor ke saya kalau ada jalan kabupaten yang rusak," jelasnya.
salah satu pegiat medsos yang mendapat penghargaan dari Pemkab Kebumen
Demikian juga masalah pengairan, untuk kawasan kurang dari 1.000 hektar, irigasinya merupakan kewenangan kabupaten/kota, 1.000-3.000 hektar kewenangan provinsi dan lebih dari 3.000 hektar irigasinya menjadi kewenangan pusat. Menanggapi hal itu, Yogi Permana, salah satu admin group facebook Berita Kebumen, mengatakan bahwa kalau dari klasifikasinya pegiat medsos bisa memahami.
"Tapi dari sisi lokasi, mana saja yang termasuk jalan nasional, jalan provinsi atau jalan kabupaten, tidak semua pegiat medsos tahu," ujar Yogi.
Dalam web dpupr.kebumenkab.go.id informasi tersebut juga belum bisa didapatkan. Menu layanan yang berisi layanan infrastruktur jalan dan jembatan, layanan infrastruktur bangunan gedung, jaringan air bersih dan penataan ruang, layanan infrastruktur irigasi dan jaringan air lainnya serta layanan infrastruktur irigasi dan jaringan air lainnya, masih belum ada isinya.
Karena itu ke depannya perwakilan admin group facebook yang hadir, berharap bisa mendapatkan akses informasi untuk bisa membantu mengedukasi pengguna medsos lainnya, "Kita bangun sinergitas antara pemkab dan para pegiat medsos" jelas Istie dari Berita Kebumen Terkini yang juga ikut menghadiri undangan Bupati itu.(rjl)

Terkuak, Identitas mayat wanita telanjang dada di Karanganyar, ternyata warga Gombong

GOMBONG (beritagombongofficial) - Baru-baru ini, Tim Inafis berhasil mengungkap jati diri Mrs X, atau mayat perempuan yang ditemukan telanjang dada di sebuah pekarangan Kelurahan Plarangan Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen pada Hari Selasa tanggal 23 Juli 2019, sekira pukul 17.00 Wib silam.
Kala itu, mayat perempuan tanpa identitas itu susah dikenali karena wajahnya sudah rusak. Selanjutnya, kondisi sidik jarinya yang rusak menyulitkan indentifikasi menggunakan alat Mambis, atau alat elektronik yang sudah terintegrasi dengan data e-KTP, sehingga dinamakan Mrs X atau mayat perempuan tidak dikenal.
Namun mayat yang telah dimakamkan oleh pihak RSUD Kebumen itu, kini identitasnya terkuak. Mayat perempuan itu diketahui bernama Sri Widadi (42) warga Gombong Kabupaten Kebumen. Sri Widadi telah lama hilang dari rumahnya. Identitas Sri Widadi terkuak setelah saudaranya melaporkan ke Polres Kebumen pada Hari Selasa (27/08) sore.
Keluarga korban melaporkan sambil membawa NIK E-Ktp untuk diselidiki oleh Polres Kebumen. Setelah dilakukan pencocokan oleh Tim Inafis, sidik jari sesuai data e-KTP, ternyata identik dengan sidik jari Mrs X yang beberapa bagian sudah rusak.
“Pagi ini setelah kita cocokkan, kita rumuskan secara manual ternyata sama dengan sidik jari Mrs X yang ditemukan di Karanganyar pada Bulan Juli,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Kompol Suparno, Rabu (28/08).
Keterangan keluarga, korban sudah lama meninggalkan rumah. Korban diketahui menderita penyakit gangguan jiwa. Pada tahun 2015, korban bersama dengan keluarganya direkam sidik jarinya untuk pembuatan e-KTP.
Sebelumnya sesosok mayat perempuan tanpa tanda pengenal ditemukan di Kebumen, Jawa Tengah. Jasad korban ditemukan oleh warga setempat di sebuah pekarangan di Kelurahan Plarangan, RT 01/ RW 01, Kecamatan Karanganyar, Rabu (24/7/2019) pagi. Saat ditemukan, mayat perempuan diperkirakan berumur 40 tahun itu tanpa mengenakan baju.
Polsek Karanganyar dan Inafis Polres Kebumen yang menerima informasi itu segera meluncur ke lokasi dan melakukan Olah TKP. (rjl)

Stempel UNESCO wacanakan Geopark Karang Sambung Karangbolong Menjadi Kelas Dunia Internasional

KEBUMEN (beritagombongofficial) - Kementerian Pariwisata RI mendorong Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong menjadi Unesco Global Geopark (UGG). Sebab, dengan menjadi geopark global akan mudah "dipasarkan" ke dunia internasional.
"Dengan menjadi UGG, brandingnya akan lebih mudah. Karena kalau sudah distempel oleh Unesco, kelasnya menjadi kelas dunia. Maka kita promosinya ke level dunia. Sehingga yang datang itu wisatawan mancanegara," ujar Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi, Don Kardono, pada acara Focus Group Discussion Sosialisasi dan Optimalisasi Geopark Karangsambung-Karangbolong di BIKK LIPI Karangsambung, Rabu (28/8).
Don Kardono mengatakan, untuk menjadi UGG, Karangsambung-Karangbolong harus memenuhi 3A. Yaitu yang pertama akses yang memadai. Kemudian, kedua amenitas, yaitu fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung, seperti hotel maupun homestay. Yang ketiga, atraksi, yaitu berbagai potensi yang dimiliki oleh Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong.
"Kita butuh satu saja yang kuat, yang mendunia. Geopark akan menjadi lokomotif untuk mengangkat destinasi-destinasi lain," kata dia.
Menurutnya, keberadaan Geopark Karangsambung-Karangbolong sebenarnya sudah mulai dikenal publik. Namun, masih harus dipublikasikan secara massif. Selain itu, pengelolaannya juga harus baik.
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, mengatakan pihaknya sangat serius mengembangkan Geopark Karangsambung-Karangbolong. Pemkab Kebumen telah melakukan MoU dengan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta untuk membuat master plan.
"Geopark ini sangat strategis, dengan dekatnya bandara yang cuma 45 menit. Ini peluang sekaligus tantangan," kata Yazid Mahfudz.
Pemkab Kebumen telah membentuk badan khusus yang menangani geopark. Yaitu Badan Pengelola Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong. Selain itu, Pemkab Kebumen juga telah melaksanakan musrenbang khusus untuk membahas rencana pengembangan geopark. (rjl)

Pengawas SMK Warjan SPd SH MM tanggapi isu pungli sekolah

GOMBONG (beritagombongofficial) - Persoalan pungutan liar (pungli) di lembaga pendidikan kembali mencuat, sejumlah wali murid pun mengaku resah dengan kejadian ini,salah seorang wali murid di Wilayah Kecamatan Gombong.

TH (42) mengaku keberatan dengan adanya pugutan dari pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah tersebut. Pasalnya banyak sekali pungutan. Sehingga bila ditotal bisa mencapai Rp 5 juta, padahal dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seharusnya tidak lagi ada pungutan. "Total Pembayaran bisa mencapai Rp 5 juta, Mas," tuturnya, Selasa (27/8/2019).

Sejumlah pungutan tersebut meliputi SPP Rp 225 ribu, uang kenang-kenangan dipatok Rp 400 ribu, kegiatan kemah Rp 100 ribu, perpisahan Rp 150 ribu, LKS 4 Buku Rp 125 ribu, bayar TUC Rp 100 ribu. Selain itu terdapat pula sumbangan lainnya.
Isu pungutan sekolah yang selalu muncul setiap tahun, ditanggapi serius oleh Pengawas SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Warjan SPd SH MM.
Pihaknya menegaskan satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan. Ini mendasari pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar.,"Mengacu pada pemahaman tersebut maka satuan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) negeri dilarang untuk melakukan pungutan dalam bentuk apapun. Namun begitu, satuan pendidikan dasar dapat menerima sumbangan," tegasnya.
Mendasari Permen, jelas Warjan, pungutan adalah penerimaan biaya pendidikan. Baik berupa uang dan atau barang/jasa pada satuan pendidikan dasar yang berasal dari peserta didik atau orangtua wali secara langsung yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan oleh satuan pendidikan dasar.
Sedangkan sumbangan adalah penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan atau barang jasa yang diberikan oleh peserta didik, orangtua wali, perseorangan atau lembaga lainnya kepada satuan pendidikan dasar yang bersifat sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat, dan tidak ditentukan oleh satuan pendidikan dasar baik jumlah maupun jangka waktu pemberiannya.
"Yang perlu digarisbawahi jika satuan pendidikan ingin meminta sumbangan hendaknya bersifat sukarela. Yakni tidak ada unsur paksaan, tidak mengikat, tidak ditentukan ditentukan oleh satuan pendidikan dasar baik jumlah maupun jangka waktu pemberiannya," katanya.(rjl)

Bambang Priyambodo ajak kembangkan potensi produk pertanian lokal Kebumen


GOMBONG (beritagombongofficial) - merupakan daerah yang kaya dengan potensi lokal,diantaranya produk-produk hasil pertanian, namun sangat disayangkan belum tertangani dengan baik secara distibusi maupun managemen.

Hal itu disampaikan oleh Bambang Priyambodo, S.Sos, saat temu media di Radio kofi Gombong, Senin (26/8) kepada Berita Gombong Official dirinya menjelaskan. Sebagai contoh, beberapa produk pertanian Kebumen sebenarnya sudah menarik minat pabrikan, tapi belum ditindaklanjuti dengan serius oleh Pemkab Kebumen, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Misalnya bengkowang, pemilik industri kosmetik PT Mustika Ratu Indonesia, Martha Tilaar, sejak dulu membutuhkan bengkowang, untuk bahan baku kosmetik,sayangnya kadar air bengkowang Kebumen masih terlalu tinggi, perlu sedikit sentuhan teknologi. Kondisi seperti ini tidak ada yang menindaklanjuti, sehingga akhirnya bengkowang dari daerah lain yang digunakan.

Selain bengkoang ada juga produk pengolahan hasil pertanian yang juga potensial adalah oyek, bahkan Tim dari BPPT yang terdiri dari seorang profesor dan empat orang doktor, pernah meneliti dan kemudian merekomendasikan oyek untuk dipabrikasi. Karena oyek Karanggayam memang istimewa. Setahun disimpan, tidak berubah rasa dan warnanya, serta tidak berkutu.

"Pabrik oyek tak harus dibuat dalam skala besar, dengan skala kecil asal bisa berproduksi secara kontinyu, bisa untuk diekspor. Karena oyek cocok dimakan orang yang sakit gula (diabetes melitus). Namun sampai saat ini juga belum ada yang menindaklanjuti" Jelas mantan Camat Ayah dan Poncowarno itu.

Bambang juga memaparkan,dengan beragamnya potensi yang ada di Kebumen, langkah efektif untuk mengurangi kemiskinan antara lain bisa dengan memperluas kesempatan usaha, meningkatkan kualitas hasil usaha dan membantu pemasaran,jika banyak penduduk yang membuka usaha dan usahanya ternyata prospektif, semestinya akan ikut memberi keuntungan bagi masyarakat sekitarnya. Setiap usaha yang berkembang, selain membuka kesempatan kerja juga akan membuka peluang usaha baru.

"Di sini perlunya Pemkab Kebumen, khususnya OPD terkait, untuk aktif membina dan mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pembinaan dimaksud tidak hanya dilakukan sesaat, melainkan terus menerus" Jelasnya yang juga menjabat sebagai Dewan Tata Kota Gombong itu (rjl)

Wakil Bupati Mengajar


GOMBONG (beritagombongofficial) - Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto Memberikan Kuliah Umum Motivasi kepada Guru, Karyawan dan Siswa - Siswi SMKN 1 Gombong dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid SMKN 1 Gombong pada (27/8/2019).
Setelah Wakil Bupati Memberikan Kuliah Umum Motivasi kepada Guru, Karyawan dan Siswa - Siswi SMKN 1 Gombong kemudian melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid SMKN 1 Gombong yang diberi nama “Masjid Al Amin” dengan luas 20 m x 22 m yang menelan biaya 2,2 M menggunakan dana yang berasal dari dana komite dan para donator.
Pada sambutannya, Wakil Bupati berharap pembangunan Masjid SMK Negeri 1 Gombong dapat mendukung upaya peningkatan kegiatan ibadah, serta meningkatnya jalinan silaturahmi diantara sesama umat. Tidak saja bagi panitia pembangunan, tetapi juga para dermawan dan masyarakat.
Wakil Bupati memandang, kegiatan pembangunan masjid ini akan menjadi awal yang baik, untuk membangun kekuatan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT; serta berkembangnya berbagai kegiatan yang ada di bawah naungan Masjid SMK Negeri 1 Gombong. Karena itu, tentu menjadi harapan kita bersama, agar peletakan batu pertama ini segera dilanjutkan dengan pembangunan masjid, sehingga akan dapat berfungsi optimal.
Selanjutnya, agar pembangunan berjalan lancar dan sukses, maka sangat diperlukan kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh dari segenap panitia dan semua pihak. Sebab, kegiatan pembangunan masjid ini membutuhkan perhatian, dorongan dan dukungan dari segenap muslimin-muslimat serta siswa siswi di SMK Negeri 1 Gombong.(rjl)

Kemarau panjang akibatkan 1000 hektare sawah puso di wilayah Kabupaten Kebumen

KEBUMEN (beritagombongofficial) - Kemarau tahun ini di Kebumen datang lebih cepat dari biasanya. Dampaknya begitu terasa, mulai dari krisis air bersih hingga sawah puso.
Data Dinas Pertanian Kebumen, sedikitnya 1.000 hektare sawah puso. Sebagian besar sawah puso merupakan sawah tadah hujan. Namun, ada pula sawah yang berada di saluran irigasi, tetapi terancam puso.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kebumen, Tri Haryono menyebut angka 1.000 hektare itu baru estimasi atau perkiraan. Jumlah sawah puso ini masih mungkin bertambah lantaran Dinas Pertanian masih menunggu data-data per kecamatan.
"Ini kan sedang ramai-ramainya panen. Kalau estimasi kita sekitar 1.000 hektare. Tapi kita juga masih menunggu laporan per kecamatan," katanya, Senin, 26 Agustus 2019.
Kemarau tahun ini tiba lebih cepat dari biasanya. Kemarau yang biasanya dimulai Juni tiba pada Mei 2019. Akibatnya, tanaman padi berusia muda banyak yang terdampak dan menyebabkan sawah puso.
Pasalnya, padi usia muda sangat membutuhkan air. Kekurangan air pada tanaman padi usia muda menyebabkan padi gagal panen atau hasil panennya menurun drastis.
Bahkan, kemarau yang tiba lebih awal ini juga berimbas di sawah-sawah yang sebenarnya teraliri irigasi. Debit air waduk dan bendungan tak cukup untuk dialirkan sehingga sawah puso.
Waduk Sempor, misalnya, telah menghentikan aliran irigasi sejak awal Juni 2019. Pembangkit listrik di waduk ini juga telah berhenti beroperasi sebulan sebelumnya,"Kalau yang di aliran irigasi ada yang berkategori puso, tapi tidak total. Ya tetap masih ada panen, tapi sedikit," dia menerangkan.
Kondisi kekurangan air ini menyebabkan produksi gabah di Kebumen turun. Dalam kondisi normal produksi gabah Kebumen mencapai 400 ribu ton per tahun,jumlah ini diperoleh dari dari luasan sawah 39.500 hektare. Namun, diperkirakan tahun ini jumlah panen menurun kisaran 10 persen akibat kemarau dini.
Meski begitu, Tri mengklaim penurunan produksi gabah tak mengganggu ketahanan pangan Kebumen. Jumlah gabah tahun ini masih disebut masih aman,"Kita ada perhitungan dari total panen, kemudian diperhitungkan dengan jumlah total warga sekitar 1,3 juta. Masih aman,"jelasnya. (rjl)

2 pekan pasca pelantikan, Fraksi Fraksi di DPRD Kebumen belum terbentuk

KEBUMEN (beritagombongofficial) - Dua pekan pasca pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten Kebumen, Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Kebumen belum juga terbentuk. Padahal, pimpinan Sementara DPRD melalui surat bernomor 170/407 telah menetapkan batas akhir penyampaian surat usulan pembentukan fraksi DPRD Kabupaten Kebumen pada tanggal 20 Agustus 2019. 


Namun hingga Senin (26/8) baru 5 dari 9 parpol yang menyampaikan surat dimaksud ke Sekretariat DPRD. Disampaikan Sekretaris DPRD Dwi Suliyanto usai mengikuti rapat internal tentang agenda kegiatan DPRD di Ruang Rapat Pimpinan, Parpol yang telah menyampaikan surat usulan pembentukan fraksi yakni PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PPP, dan PKS. Sedangkan Parpol yang belum menyampaikan surat yakni PKB, Gerindra, PAN, dan Demokrat.

Ditemui usai memimpin rapat internal terkait pembentukan fraksi, Ketua Sementara DPRD Adhitya Whisnu Bayu Aji mengatakan, rapat telah mengambil keputusan untuk menggelar rapat paripurna DPRD dengan agenda penetapan fraksi pada tanggal 2 September mendatang.
Pihaknya optimis seluruh parpol yang memiliki kursi di DPRD akan menyerahkan surat usulan pembentukan fraksi sebelum tanggal dimaksud.
"Usulan pembentukan fraksi itu ranahnya DPC tingkat Kabupaten, bukan DPP Jakarta. Yang harus melalui rekomendasi DPP adalah usulan pimpinan definitif," kata Adhitya di ruang kerjanya. (sfd/rjl)