Sabtu, 21 September 2019

Hingga Agustus 2019 Sudah 1456 Perceraian di Kebumen




KEBUMEN (beritagombongofficial) - Selama periode mulai Januari hingga Agustus 2019, sedikitnya ada 1.456 perceraian di Kabupaten Kebumen. Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kebumen mencatat angka perceraian terus mengalami kenaikan sejak 2017 lalu.

Panitera PA Kabupaten Kebumen Mardiyah Hayati menyebutkan, sesuai perkara tingkat pertama yang diputus pada 2017 cerai gugat ada sebanyak 1.976 kasus. Sedangkan 2018 terdapat 2.074 kasus yang diputus, jumlah cerai gugat pada setiap tahun berada di atas cerai talak atau yang diajukan oleh pihak suami. “Dari 2017 mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan, rata-rata yang mengajukan dari perempuan,” jelasnya, Jumat (20/9).

Mardiyah menambahkan, sejumlah faktor membuat pasangan suami istri mengajukan cerai salah satunya karena faktor ekonomi, sehingga seorang istri kemudian mengajukan cerai gugat. Faktor penyebab lain yakni didominasi kasus perselingkuhan, pertengkaran rumah tangga, dan meninggalkan salah satu pihak. “Dominan faktor ekonomi dalam kasus perceraian ini. Ada juga karena perselingkuhan, sehingga seorang istri kemudian mengajukan cerai gugat ke pengadilan,” katanya.

Lanjut Mardiyah, dirinya menyayangkan maraknya kasus perceraian dari tahun ke tahun, namun pihaknya juga tidak bisa menolak setiap kali ada perkara yang masuk. Meski demikian, mediasi antara kedua belah pihak sering dilakukan agar mengurungkan niat yang berakhir dengan perceraian. “Kami terus berupaya untuk memediasi agar memilih dirajut kembali hubungan baik, dicari solusi yang tidak selalu ke perceraian. Kami sesungguhnya menyayangkan tingginya angka cerai,” jelasnya.

Adapun jumlah cerai talak yang diajukan pihak pria pada 2018 sebanyak 694 atau tidak ada separuh lebih dari jumlah cerai gugat. Mardiyah tidak dapat memprediksi jumlah perceraian hingga akhir tahun 2019 mengalami kenaikan atau bahkan turun. “Tidak tahu juga ya, karena itu kan urusan rumah tangga. Tapi kalau dihitung sama bulan Agustus lebih sedikit tahun lalu ada 1.119 yang diputus,” ujarnya..(*)

0 komentar:

Posting Komentar