Rabu, 04 September 2019

Volume Air Menurun, Waduk Sempor dalam tahap Kritis




GOMBONG (beritagombongofficial) - Waduk Sempor di Kebumen, Jawa Tengah, sudah berada pada tahap kritis. Pasalnya debit volume air waduk kini hanya tersisa 4 persen. Normalnya, volume air di waduk tersebut yaitu 38 juta meter kubik (m3) per detik, dan kini hanya tersisa 1.488 juta m3 per detik.


Akibatnya, terjadi penurunan elevasi cukup signifikan. Sampai awal September, penurunanelevasi air mencapai 25,33 meter, dari elevasi normal 67 meter. Meski kritis, air masih tetap dialirkan untuk menyelamatkan suplai air minum warga Kabumen melalui PDAM.

Kepala Bagian Unit Pengelola Bendungan (UPB) Waduk Sempor, Darmaji, mengatakan, setiap hari ada penurunan elavasi air sekitar 2 meter. "Elevasi normal adalah 67 meter, sekarang tinggal 41,67 meter atau ada penurunan sekitar 25,33 meter," kata Dermaji, Minggu, (1/9) kemarin.

Sejak Maret 2019, wilayah Kebumen tidak diguyur hujan. Sempat terjadi hujan deras pada Mei 2019 sebanyak satu kali, sehingga tidak mampu menaikkan elevasi.

Setelah itu, sampai awal September 2019 sama sekali tidak ada hujan. "Hujan pada Mei, itu pun tidak mampu menyuplai air waduk Sempor. Setelah itu sampai awal September sama sekali tidak ada hujan, akibatnya elevasi air waduk menurun setiap hari rata-rata 2 meter," tuturnya.

Otomatis, volume air waduk berkurang terus. Menurut Dermaji, tahun ini merupakan rekor kekeringan di Waduk Sempor. Sebab pada waktu yang sama tahun sebelumnya, elevasi masih berkisar 60 meter.

Penurunan elavasi yang cukup signifikan juga terjadi karena air waduk tetap dialirkan untuk menyelamatkan lahan tanaman. Pada pertengahan Agustus 2019, air masih dialirkan 1,65 m3 per detik hingga 3,3 m3 per detik.

Hal itu untuk menyelamatkan areal pertanian dengan luas lebih dari 6.400 hektare. "Air waduk digunakan untuk menyelamatkan tanaman padi baru berumur antara 1-1,5 bulan," ujarnya.

Saat itu, air volume air waduk masih 7 juta m3 per detik . Berdasarkan perhitungan, air waduk hanya mampu mencukupi kebutuhan hingga 22 hari mendatang.

"Ada 5 juta m3 air berkurang, sisanya kini tinggal 1.477 juta m3. Sisa air kini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air PDAM," kata Dermaji.(*)

0 komentar:

Posting Komentar