Jumat, 18 Oktober 2019

2019 Kebumen Diprediksi Daerah termiskin se Jateng


KEBUMEN (beritagombongofficial) - Kemiskinan sepertinya masih terus menjadi momok bagi Kabupaten Kebumen. Saat ini, Kebumen masih menduduki peringkat termiskin nomor dua se Jawa Tengah. Sejumlah upaya pun terus dilakukan Pemkab Kebumen untuk mengurangi angka penduduk miskin.

Di tengah upaya keras itu, "kabar" tak enak datang dari dokumen RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 yang menyebut tepatnya memprediksi Kebumen bakal menjadi Kabupaten termiskin se Jawa Tengah di tahun 2019.

Anggota DPRD Kebumen Miftahul Ulum, dimintai tanggapanya soal itu, berharap prediksi itu terjadi. Namun demikian, diakuinya Kebumen menghadapi sejumlah persoalan terkait penanggulangan kemiskinan.

Salah satunya, soal anggaran. Dimana rencana maupun realisasi belanja pendapatan dan pengeluaran seringkali meleset dari target. Ia lantas mencontohkan di tahun anggaran 2020 seharusnya telah mencapai Rp 3,5 triliun. Namun pada kenyataan pendapatan hanya pada kisaran Rp 2,8 triliun.

Ketika anggaran meleset dari target, maka pengeluarannya pun harus diprioritaskan pada hal-hal primer. “Misalnya begini, saat satu kuda tidak kuat menarik tujuh grobak maka dua hal yang dapat dilakukan yakni menambah kuda atau mengurangi beban gerobak,” tuturnya, Selasa (15/10).

Dalam analogi tersebut, menambah kuda sama artinya dengan menambah dana. Padahal hingga kini Kebumen masih sangat bergantung terhadap uluran dana dari pusat. Untuk itu yang paling penting dilakukan yakni mengalokasikan pengeluaran dana dengan tepat.

Terkait dengan kemiskinan dan adanya proyeksi menjadi termiskin, Miftahul Ulum berpendapat sebaiknya APBD Kebumen difokuskan pada program-program penanggulangan kemiskinan. Dalam hal ini sangat diperlukan upgrade data. Sehingga dapat diketahui dengan pasti berapa dan siapa yang miskin tersebut.

"Misalnya ada lingkaran seperti ini, kenapa miskin karena tidak punya penghasilan. Ini karena tidak bekerja. Kenapa menganggur karena tidak sekolah. Kenapa tidak sekolah karena biayanya mahal dan tidak punya uang. Kenapa tidak mampu membayar karena miskin. Jika sudah demikian diperlukan pemotongan mata rantai kemiskinan. Nah disitulah peran serta pemerintah," ungkapnya.

Pada bagian lain, Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menyampaikan soal proyeksi Kebumen termiskin hendaknya disikapi dengan tepat.

Dalam hal ini, perlu ada upaya-upaya keras dalam percepatan penanggulangan kemiskinan agar kinerja penurunan kemiskinan kita menjadi semakin baik. Dalam penanggulangan kemiskinan Wabup Arif memiliki empat strategi meliputi mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin. Selain itu mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Wabup H Arif menyampaikan penurunan angka kemiskinan didukung oleh anggaran yang digelontorkan untuk program-program penanggulangan kemiskinan. Ini Baik yang bersumber dari APBD Kabupaten, Provinsi maupun APBN serta dari sektor Swasta.(*)

0 komentar:

Posting Komentar