Sabtu, 12 Oktober 2019

Dapat Aduan Masyarakat, Komisi D DPRD Sidak Proyek



KEBUMEN (beritagombongofficial) - Dipimpin langsung Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kebumen Bambang Sutrisno, wakil rakyat sebagai fungsi kontrol dan pengawasan yang membidangi hal pembangunan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pemeliharaan jalan di ruas jalan Purwodesa-Petanahan.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, Bambang Sutrisno mengatakan, sidak yang dilakukan merupakan tindak lanjut atas aduan yang diterima dari masyarakat berupa adanya retakan di jalan yang belum lama difungsikan. Tampak didampingi anggota dewan di Komisi D yakni Saman Halim Nurrohman, Wahid Mulyadi, Dwi Alhadi dan satu anggota lain, dirinya bersama rombongan langsung melakukan sidak menuju lokasi. “Jadi kedatangan kita ini memang berawal adanya aduan masyarakat, siang ini kita langsung bergerak,” katanya, Jumat (11/10).
Menurut dia, ketika usia bangunan terbilang masih baru sedangkan terdapat kerusakan patut dipertanyakan spesifikasi bahan bangunan tersebut. Dia meminta kepada pelaksana pekerjaan agar memenuhi aturan yang ada baik pada saat proses perencanaan maupun pelaksanaan. “Komisi D minta, semua pemborong tidak hanya proyek ini saja, harus taat aturan sehingga garapan sesuai dengan tujuan. Begitu juga eksekutif dapat bersikap tegas dalam menjalankan tugasnya,” ujar Sutrisno.
Tender Pemeliharaan Jalan Purwodeso-Petanahan sendiri dimenangkan oleh PT Karya Adi Kencana (KAK) dan CV. Piramida Kreasi Mandiri selaku konsultan perencana. Proyek tersebut menggunakan sumber dana berasal dari dana alokasi khusus APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp 15,36 miliar dengan jangka waktu pengerjaan 145 hari kalender terhitung mulai 24 Juli- 15 Desember 2019.
Diwaktu bersamaan, Komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi sedang berada dilokasi pengerjaan jalan. Menanggapi aduan itu Khayub menerangkan, berkaitan dengan retaknya jalan beton menurutnya karena kondisi tanah dilokasi termasuk tanah labil. “Tanah disini memang labil ya, setiap sambungan antara pengecoran hari ini dengan hari besok pasti ada retakan apabila bawahnya tidak mampu menahan,” kata dia.
Selain itu, kata Khayub, retaknya beton tersebut akibat penggunaan obat percepatan pengeringan maupun pengerasan agar jalan segera dapat dilalui kendaraan. Mengingat, jalan tersebut sebagai akses kendaraan besar menuju jalan lintas selatan. Kendati demikian, Khayub justru mengkhawatirkan ketika pasca proses pengerjaan jalan mengalami pengelupasan pada permukaan.
“Kita menggunakan obat percepatan, karena kita tidak menggunakan obat percepatan itu proyek ini tidak akan selesai. Malah yang dikhawatirkan apabila beton sudah selesai kulitnya mengelupas. Kalau hanya retak itu rongga percepatan pengeringan dan tidak akan mengurangi kekuatan,” imbuhnya (*)

0 komentar:

Posting Komentar