Selasa, 08 Oktober 2019

Dropping Air Bersih Bpbd Kebumen Maksimalkan Armada

 

KEBUMEN (beritagombongofficial) - Kemarau yang melanda Kabupaten Kebumen memicu krisis air bersih di berbagai wilayah. Situasi menjadi makin kronis lantaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen tak bisa mengoptimalkan kegiatan dropping air. Sebab, saat ini mereka kekurangan armada truk tangki untuk menyalurkan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Eko Widianto menuturkan, saat ini BPBD memiliki tujuh armada untuk dropping air bersih. Oleh karenanya, mereka kewalahan mengakomodir permintaan air bersih warga. “BPBD sebetulnya sudah punya tujuh armada, yang enam full setiap hari dan satu armada sebagai cadangan misal ada yang trouble baru digunakan. Tapi kalau kemarau panjang seperti ini idealnya ada sepuluh armada,” katanya, Senin (7/10).
Meski terbatas, kata Eko, selama ini tidak mengalami kendala yang berarti. Terlebih BPBD juga dibantu dropping air bersih dari armada milik PMI Kebumen dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kebumen. “Tetap lancar kalau dropping air, kita sudah berupaya merata di wilayah yang membutuhkan,” kata dia.
Eko mengungkapkan, kemarau panjang merupakan kekuatan alam yang hanya bisa diminimalisir dampaknya. Ia mengaku dihadapkan pada sebuah dilema saat hendak mengusulkan penambahan armada.
“Misal kita tambah lagi armadanya, kemarau tahun depan tidak sepanjang tahun ini. Seperti itu kan malah nambah anggaran untuk perawatan armada. Berbanding terbalik kalau kemarau panjang memang kita butuh,” kata Eko.
Kasi Penanganan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kebumen, Uko Ferdianto menyebutkan, sejak awal kemarau sampai pekan ini, tercatat sedikitnya 33 ribu jiwa yang terdampak krisi air bersih. Kendati demikian, pihaknya telah berupaya melakukan dropping air bersih sebanyak 1.029 tangki air bersih ke 74 Desa di 14 Kecamatan. Adapun wilayah terparah kekurangan air bersih yakni Kecamatan Karanggayam, Poncowarno dan Sempor.
Uko menuturkan, BPBD telah menyiapkan anggaran menghadapi kemarau panjang sebanyak Rp 346 juta atau setara 1.450 tangki air bersih. Jumlah tersebut belum terhitung dengan bantuan pihak ketiga yang turut membantu dropping air bersih.
“Sesuai data yang kita rekap sudah sekitar hampir lima juta liter yang kita dropping, ada juga yang membantu dari swasta missal komunitas, paguyunan, keluarga besar, dan yang lain sebanyak 263 tangki air bersih,” kata dia.(*)

0 komentar:

Posting Komentar