Minggu, 15 September 2019

Disperkim Lh Kebumen Sosialisasi Perda Pengelolaan Sampah


SEMPOR (beritagombongofficial.com) - Sejak ditetapkan oleh gubernur pada 27 Februari 2013, peraturan daerah tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya terus gencar disosialisasikan. Mengambil momentum Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, Dinas Perkim Lh Kebupaten kebumen Kasi Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga dan pemanfaatan limbah plastik.
Pada Kamis (12/9) kemarin, sosialisasi diadakan dengan sasaran warga desa Bejiruyung Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Acara dihadiri narasumber Jogjakarta Bapak Bimo dan Bapak Cahyo, Bapak Wismadi serta segenap pengurus Bank Sampah Bersahaja Desa Bejiruyung.
Sambudi mengatakan, salah satu inti dari perda tersebut adalah tentang peran serta masyarakat untuk mengelola sampah dalam skala rumah tangga. " jangan mencari keuntungannya tapi apa manfaatnya dalam pengelolaan sampah.” Ujarnya.
Tidak hanya memilah sampah sendiri, masyarakat juga diajak untuk meminimalkan produk sampah bahkan mampu mendaur ulang limbah rumah tangga. Salah satu contoh langkah sederhananya dengan mengurangi penggunaan sedotan dan gelas plastik.
Bimo menambahkan, peraturan yang dibuat oleh pemerintah itu bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, dan kualitas lingkungan hidup, serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sesuai aturan perundangan, konsep pengelolaan sampah adalah 3R yakni membatasi (reduce), guna ulang (reuse), dan daur ulang (recycle). 
"Paradigma masyarakat perlu diubah. Jika dulunya sampah dibuang, sekarang dipilah dan dipakai ulang menjadi uang," paparnya.
Kepala Desa Bejiruyung Sofingi, S.Pd.I mengatakan pihaknya berharap bahwa dari sosialisasi tersebut selain menambah ilmu, kedepannya desanya akan bisa menjadi desa yang bersih dan bersahaja dengan kepedulian masyarakat bersama.
“saya yakin semangat masyarakat untuk peduli menjaga lingkungan dan bisa mengelola sampah yang produktif serta menambah pendapatan ibu rumah tangga untuk beli Uyah atau Garam.," ujar kades yang mendapat juara 1 lomba pelaksana terbaik gotong royong masyarakat tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 itu. (sfd)

0 komentar:

Posting Komentar